Satu orang karyawan BCA positif COVID-19
Senin, 23 Maret 2020 15:15 WIB
BCA ikut mendukung imbauan pemerintah dan otoritas terkait pembatasan aktivitas untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). (ANTARA/HO-BCA)
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menyebut satu orang karyawan kantor pusat di Jakarta positif terjangkit virus Corona jenis baru atau COVID-19 setelah melalui rangkaian tes kesehatan.
"Dukungan penuh kami berikan kepada rekan kami dan memastikan bahwa beliau berada dalam penanganan yang tepat," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Setelah dipastikan ada karyawan terjangkit COVID-19, manajemen bank swasta nasional itu memantau dan memberlakukan kerja dari rumah (WFH) bagi staf setempat yang berkomunikasi dan berinteraksi aktif dengan yang bersangkutan.
Pihaknya menerapkan rencana bisnis berkelanjutan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 terutama setelah terkonfirmasi karyawan positif terjangkit virus Corona.
Adapun langkah antisipasi itu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan seluruh lantai dan lift di bawah manajemen bank itu di kantor pusat di Jakarta.
Kemudian, karyawan yang bekerja di lantai yang sama dengan yang bersangkutan akan diberlakukan WFH serta akan dipantau secara intensif.
Dia melanjutkan manajemen juga melakukan pengukuran suhu tubuh, melakukan sanitasi sarana dan infrastruktur, dan menyediakan pembersih tangan instan.
Selain itu, melakukan pengaturan social distancing serta mengatur layanan weekend banking.
"Kami mengaktifkan metode pemisahan lokasi kerja dan kebijakan bekerja di rumah dan melakukan penundaan kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang," katanya.
Sementara itu, pemerintah mengumumkan hingga Minggu (22/3) jumlah kasus positif di seluruh Indonesia mencapai 514 kasus.
Dari jumlah itu, 29 pasien sembuh dan 48 orang meninggal dunia.
"Dukungan penuh kami berikan kepada rekan kami dan memastikan bahwa beliau berada dalam penanganan yang tepat," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Setelah dipastikan ada karyawan terjangkit COVID-19, manajemen bank swasta nasional itu memantau dan memberlakukan kerja dari rumah (WFH) bagi staf setempat yang berkomunikasi dan berinteraksi aktif dengan yang bersangkutan.
Pihaknya menerapkan rencana bisnis berkelanjutan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 terutama setelah terkonfirmasi karyawan positif terjangkit virus Corona.
Adapun langkah antisipasi itu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan seluruh lantai dan lift di bawah manajemen bank itu di kantor pusat di Jakarta.
Kemudian, karyawan yang bekerja di lantai yang sama dengan yang bersangkutan akan diberlakukan WFH serta akan dipantau secara intensif.
Dia melanjutkan manajemen juga melakukan pengukuran suhu tubuh, melakukan sanitasi sarana dan infrastruktur, dan menyediakan pembersih tangan instan.
Selain itu, melakukan pengaturan social distancing serta mengatur layanan weekend banking.
"Kami mengaktifkan metode pemisahan lokasi kerja dan kebijakan bekerja di rumah dan melakukan penundaan kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang," katanya.
Sementara itu, pemerintah mengumumkan hingga Minggu (22/3) jumlah kasus positif di seluruh Indonesia mencapai 514 kasus.
Dari jumlah itu, 29 pasien sembuh dan 48 orang meninggal dunia.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Psikolog berikan cara memberikan dukungan dan rasa empati kepada orang yang sedang berduka
30 April 2026 11:48 WIB
Kemenimipas Dirjen Kalteng perkuat sinergi optimalkan pengawasan orang asing
28 April 2026 13:10 WIB
Jaringan sabu di Kapuas kian marak, dua orang diamankan dengan barang bukti 8,75 gram
17 April 2026 13:23 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB