Logo Header Antaranews Kalteng

Wabup Kotim kecam grup gay remaja, orang tua diminta perketat pengawasan

Selasa, 14 April 2026 17:29 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Irawati. ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati mengecam keras keberadaan grup media sosial yang diduga menjadi wadah penyimpangan seksual di kalangan remaja di Kota Sampit dan meminta orang tua memperketat pengawasan anak.

"Sebagai wakil bupati dan juga sebagai orang tua, saya turut merasa resah. Itu jelas perbuatan yang tidak dibenarkan. Apapun alasannya, gay tidak dibenarkan," kata Irawati di Sampit, Selasa.

Hal ini ia sampaikan usai merebaknya informasi mengenai grup remaja dengan konten menyimpang yang melibatkan kalangan remaja di Kota Sampit. Berdasarkan pantauan, grup tersebut memiliki 1.367 anggota.

Interaksi antar anggota dalam grup tersebut mengarah pada perkenalan intens hingga ajakan untuk berbuat mesum. Keberadaan grup ini pun memicu keprihatinan berbagai pihak, terutama para orang tua terhadap potensi dampak negatif bagi anak-anak.

Irawati menilai, fenomena tersebut menjadi alarm serius bagi keluarga agar lebih memperhatikan perkembangan anak di era digital. Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama dalam penggunaan gadget dan media sosial.

"Lemahnya pengawasan terhadap penggunaan gadget dapat membuka ruang bagi anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai," ujarnya.

Dirinya selaku Wabup Kotim memberikan wejangan kepada para orang tua, tolong awasi anak-anaknya dan awasi gadget yang ada di tangan anak-anak. Sebab, pengawasan kita sebagai orang tua sangat menentukan bagaimana nanti anak ke depan.

Ia juga menyoroti bahwa regulasi pembatasan usia dalam penggunaan media sosial yang diterapkan pemerintah pusat belum berjalan maksimal di lapangan. Sebab, masih ada celah untuk penggunaan akun palsu atau pemalsuan data umur. Hal ini membuat anak-anak masih leluasa mengakses berbagai platform tanpa kontrol yang memadai.

Irawati mengecam keras keberadaan grup tersebut dan meminta pihak berwenang segera melakukan penelusuran untuk memastikan fakta serta menindaklanjuti temuan yang ada.

"Terkait adanya grup itu, saya sangat mengutuk, jika memang benar ada. Saya minta pihak berwajib segera menelusuri grup tersebut dan melihat apa isi di dalamnya. Apakah itu hanya pencitraan atau memang benar terjadi," lanjutnya.

Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan sinergi antisipasi dampak terburuk kekeringan

Wabup Kotim ini mengatakan, langkah cepat dan tepat dari aparat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas, khususnya terhadap kalangan remaja yang rentan terpengaruh. Diharapkan juga seluruh anak-anak di Sampit, dapat terlindungi dari berbagai bentuk perilaku yang dinilai tidak baik. Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga pengawasan oleh pemerintah.

"Intinya mudah-mudahan anak-anak Sampit semuanya terlindungi dari perbuatan yang tidak baik. Kita semua tentu tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi di lingkungan kita," imbuhnya.

Selain itu, Irawati mengingatkan para remaja agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Platform digital seharusnya digunakan untuk hal-hal positif yang memberikan manfaat, bukan sebaliknya.

"Para remaja juga harus bijak dalam menggunakan media sosial. Carilah yang benar-benar memberikan manfaat, karena media sosial bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk berinteraksi dengan orang lain," demikian Irawati.

Baca juga: Bapperida Kotim minta pendampingan Kejari cegah pelanggaran aturan

Baca juga: Bupati Kotim raih penghargaan TOP Pembina BUMD 2026

Baca juga: Pulau Hanibung jadi ikon wisata baru ditargetkan rampung dua tahun



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026