Palangka Raya (ANTARA) - Warga perumahan Petuk Katimpun Indah Jalan AMB, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, secara sukarela mengumpulkan uang untuk membeli bahan-bahan pembuatan desinfektan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Langkah tersebut dilakukan warga atas dasar kesadaran sendiri karena tidak ingin terlalu merepotkan pemerintah hanya untuk menyemprot desinfektan pencegah virus corona di rumah masing-masing, kata Primadoni, salah seorang Warga perumahan Griya Petuk Katimpun Indah di sela-sela melakukan penyemprotan, Minggu.

"Kami di perumahan ini memang sudah terbiasa gotong royong dalam menjaga lingkungan, membuat kegiatan, termasuk bersama-sama mencegah penyebaran virus corona ini. Setidaknya, kami mulai dari komplek perumahan ini lah," tambah dia.

Pria yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng itu membenarkan bahwa penyemprotan desinfektan tidak hanya dilakukan di sekitar perumahan Petuk Ketimpun indah, tapi juga sejumlah tempat ibadah, baik masjid maupun gereja, termasuk sejumlah rumah yang terdekat.

Dia mengatakan jumlah uang yang diberikan warga secara sukarena ternyata terkumpul cukup banyak, dan mampu membeli banyak bahan-bahan desinfektan. Karena melihat masih banyak bahan-bahan desinfektan tersebut, maka penyemprotan diperluas sampai ke luar perumahan.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kalteng 'sementara' diakui tujuh, begini penjelasannya

"Bagi kami tidak ada masalah jika harus menyemprot sampai ke luar perumahan. Bahannya juga masih ada dan banyak, ya tidak masalah. Dalam kondisi seperti saat ini, kita harus saling tolong-menolong dan bersama-sama melawan penyebaran virus corona," kata pria yang akrab disapa Papa Sabri ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Palangka Raya telah melakukan penyemprotan ke perumahan Petuk Katimpun Indah Jalan AMB, namun karena keterbatasan bahan, penyemprotan hanya dilakukan di beberapa rumah. Kondisi tersebut tidak membuat warga perumahan tersebut mengelu, karena memang sudah berencana untuk melakukan penyemprotan sendiri.

"Kami merencanakan penyemprotan desinfektan itu melalui aplikasi WA group. Jadi tidak ketemu langsung. Kami patuh terhadap anjuran pemerintah untuk sementara waktu tidak berkumpul-kumpul dan menjaga jarak, agar penyebaran virus corona bisa dihentikan," demikian Primadoni.

Baca juga: AP II : Penutupan Bandara Tjilik Riwut menjadi kewenangan Kemenhub RI

Baca juga: Tim Gugus Tugas sosialisasikan pencegahan virus corona setiap hari

Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader : Admin 3
Copyright © ANTARA 2024