Tamiang Layang (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Barito Timur, Kalimantan Tengah Nur Sulistio meyakini program padat karya dari pemerintah pusat mampu menanggulangi perekonomian di perdesaan saat pandemi virus Corona atau COVID-19.

“Percepatan program padat karya dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi akibat pandemi COVID-19. Masyarakat di desa-desa bisa diperkerjakan dan langsung dibayarkan atau cash for work,” kata Nur Sulistio di Tamiang Layang, Selasa.

Menurutnya, program tersebut bertujuan mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antar-wilayah serta ketimpangan taraf hidup masyarakat dari segi penghasilan. 

Selain itu, untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat di desa, serta menciptakan perputaran uang di desa.

“Saya sudah melihat sendiri pelaksanaan program padat karya tunai di desa. Program ini sangat bermanfaat kepada masyarakat,” kata politisi Partai Golkar.

Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat terus melanjutkan Program Padat Karya Tunai pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp8,64 triliun. Anggaran tersebut tersebar untuk seluruh desa di Indonesia termasuk di Kabupaten Bartim.

Anggaran tersebut digunakan untuk tujuh program, yakni Pembangunan Jembatan Gantung, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Pengembangan lnfrastruktur SosiaI Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Kementerian Pertanian juga menggenjot program padat karya di bidang pertanian u untuk memberikan kesempatan kerja dan menambah penghasilan warga di saat pandemi COVID-19.

Program padat karya dilaksanakan sesuai program pemerintahan desa dengan melihat kondisi wilayah dan kebutuhan di desa masing-masing.

“Sangat diharapkan sekali agar Pemdes di Kabupaten Bartim bisa segera melaksanakan program padat karya di desa masing-masing sehingga membantu menambah penghasilan warga dan meningkatkan perekonomian di desa,” demikian Nur Sulistio.

Baca juga: Pemkab Bartim diminta serius tangani COVID-19

Baca juga: Antisipasi penyebaran COVID-19, pasar mingguan di Bartim resmi ditutup

Pewarta : Habibullah
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024