Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah memberikan layanan keluarga berencana (KB) gratis untuk masyarakat setempat.

"Program layanan KB gratis ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2020 yang menargetkan pelayanan kepada sejuta akseptor yang digagas BKKBN RI," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, Senin.

Dia mengatakan pada kegiatan layanan KB gratis itu pihaknya menargetkan pemberian layanan kontrasepsi berupa 153 pemasangan IUD atau implan, 377 layanan suntik dan 1.185 pembagian kondom.

Baca juga: Alat KB terbaru dalam bentuk gel

"Pelayanan kontrasepsi itu tersebar di lima kecamatan di Kota Palangka Raya dan dilakukan oleh puskesmas, puskesmas pembantu dan bidang yang melayani praktik mandiri," kata Sahdin bersama pejabat BKKBN Kalteng saat memantau pelaksanaan layanan KB gratis di Puskesmas Menteng, Palangka Raya.

Dia menambahkan, pada setiap layanan kontrasepsi, petugas selalu mengutamakan dan menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan COVID-19.

Sahdin mengatakan, kontrasepsi bukan merupakan pembatasan kelahiran melainkan upaya merencanakan masa depan keluarga yang lebih berkualitas dan sehat mewujudkan menuju masa depan sejahtera.

Baca juga: Sebanyak 350 ribu pasangan usia subur di Kalteng jadi peserta KB aktif

"Untuk itu kami selaku pemerintah kota mengapresiasi BKKBN Kalteng atas sinergitas dan dukungan selama ini dalam upaya mewujudkan keluarga dan masyarakat mandiri, keluarga sehat sejahtera dan berkualitas," katanya.

Sementara itu, Habibah, warga Palangka Raya selaku aseptor mengaku gembira dengan adanya layanan kontrasepsi gratis tersebut.

"Hari ini saya gembira dapat layanan ini. Pada layanan gratis ini saya ikut kontrasepsi suntik tiga bulan. Saya ikut program KB agar bisa fokus membesarkan anak dulu agar dia mendapat perhatian yang diperlukan selama masa pertumbuhan,: katanya.

Di sisi lain, dalam program layanan sejuta akseptor BKKBN Kalteng menargetkan layanan IUD atau implan sebanyak 1.589 akseptor, suntik 3.329 akseptor dan pil atau kondom sebanyak 9.873 akseptor yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di provinsi setempat.

Baca juga: Jangan takut, KB MOP tidak mengurangi 'kejantanan' pria

Baca juga: Jenis KB apa saja yang sebabkan payudara membesar?

Baca juga: Khasiat pil KB selain untuk cegah kehamilan

Baca juga: Ini efek samping pil KB yang paling umum

 

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024