Palangka Raya (ANTARA) - Bagi Anda yang terbiasa meminum pil KB, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan efek samping yang satu ini. Ya, rutin minum pil KB tak hanya membuat Anda merasa mual atau sakit kepala, tapi juga perubahan pada ukuran payudara yang membesar.

Namun, apa ini artinya hanya pil KB saja yang menyebabkan ukuran payudara berubah? Ternyata tidak, lho! Pakar kesehatan wanita, Jennifer Wider, M.D., mengungkap kepada Self bahwa selain pil KB, alat KB hormonal lainnya seperti suntik KB dan IUD hormonal juga bisa mengakibatkan payudara membesar.

Kenapa bisa begitu?

Suntik KB maupun IUD hormonal sama-sama mengandung progestin, yaitu bentuk hormon buatan dari progesteron. Progestin inilah yang dapat mencegah ovulasi, membuat cairan serviks lebih kental, dan menipiskan leher rahim. Alhasil, proses terjadinya pembuahan sel telur dan sel sperma jadi terhambat sehingga mencegah terjadinya kehamilan.

Ketika Anda menggunakan suntik KB atau IUD hormonal, maka kadar hormon dalam tubuh akan meningkat. Hal ini akan menimbulkan banyak perubahan dalam tubuh Anda, salah satunya pada jaringan payudara yang menjadi lebih lunak, membesar, dan terasa sakit.

Selain itu, hormon tubuh yang tidak seimbang juga menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak dari biasanya (retensi air). Kelebihan cairan ini akan masuk ke sel-sel lemak tubuh, seperti pinggul, paha, dan payudara. Maka tak heran jika payudara Anda tampak membesar karenanya.

Namun tak perlu khawatir, sebab efek pembesaran payudara ini biasanya tidak bertahan lama. Kondisi ini lebih sering muncul ketika Anda baru saja menggunakan suntik KB atau IUD hormonal.

Lama-kelamaan, tubuh Anda akan beradaptasi dan mulai terbiasa dengan perubahan hormon dalam tubuh akibat alat KB yang digunakan. Beberapa bulan setelahnya, payudara Anda umumnya akan kembali ke ukuran normal. Efek yang sama juga dirasakan setelah Anda lepas KB, baik itu pil KB, suntik KB, maupun IUD hormonal.

sumber:hellosehat

Pewarta : -
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024