Terkait penggunaan data pribadi, Australia tuntut Google
Senin, 27 Juli 2020 11:43 WIB
Ilustrasi Google (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Regulator Australia telah mengajukan proses pengadilan terhadap Google karena diduga menyesatkan konsumen tentang perluasan penggunaan data pribadi untuk iklan bertarget, Reuters melaporkan, Senin.
Kasus yang diajukan oleh Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) di Pengadilan Federal itu menyebutkan bahwa Google tidak secara eksplisit mendapatkan persetujuan atau menginformasikan dengan baik kepada konsumen tentang langkah yang diambil Google pada 2016.
Baca juga: Google Meet akan hadirkan fitur keamanan baruogle
Google disebut menggabungkan informasi pribadi di akun Google dengan aktivitas di situs web non-Google yang menggunakan teknologi Google.
ACCC mengatakan praktik ini memungkinkan anak perusahaan Alphabet itu untuk menghubungkan nama dengan perilaku pengguna di internet untuk mengidentifikasi konsumen.
Langkah ACCC tersebut hadir di tengah meningkatnya perhatian soal privasi data di sebagian besar belahan dunia. Anggota parlemen AS dan Eropa baru-baru ini meningkatkan fokus mereka pada cara perusahaan teknologi memperlakukan data pengguna dikarenakan masalah privasi.
"Kami mengambil tindakan ini karena kami menganggap Google menyesatkan konsumen Australia tentang apa yang akan dilakukan dengan sejumlah besar informasi pribadi mereka, termasuk aktivitas internet di situs web yang tidak terhubung ke Google," kata Ketua ACCC Rod Sims.
ACCC menuduh Google menggunakan data gabungan untuk meningkatkan iklan bertarget -- sumber pendapatan utama -- namun tidak menjelaskan kepada konsumen tentang perubahan kebijakan privasi tersebut.
Baca juga: Cara akses 'offline' Google Classroom untuk guru dan murid
Baca juga: Google Maps akan tampilkan rute bagi pesepeda
Baca juga: Google Meet hadirkan perlindungan 'zoombombing' untuk kelas online
Kasus yang diajukan oleh Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) di Pengadilan Federal itu menyebutkan bahwa Google tidak secara eksplisit mendapatkan persetujuan atau menginformasikan dengan baik kepada konsumen tentang langkah yang diambil Google pada 2016.
Baca juga: Google Meet akan hadirkan fitur keamanan baruogle
Google disebut menggabungkan informasi pribadi di akun Google dengan aktivitas di situs web non-Google yang menggunakan teknologi Google.
ACCC mengatakan praktik ini memungkinkan anak perusahaan Alphabet itu untuk menghubungkan nama dengan perilaku pengguna di internet untuk mengidentifikasi konsumen.
Langkah ACCC tersebut hadir di tengah meningkatnya perhatian soal privasi data di sebagian besar belahan dunia. Anggota parlemen AS dan Eropa baru-baru ini meningkatkan fokus mereka pada cara perusahaan teknologi memperlakukan data pengguna dikarenakan masalah privasi.
"Kami mengambil tindakan ini karena kami menganggap Google menyesatkan konsumen Australia tentang apa yang akan dilakukan dengan sejumlah besar informasi pribadi mereka, termasuk aktivitas internet di situs web yang tidak terhubung ke Google," kata Ketua ACCC Rod Sims.
ACCC menuduh Google menggunakan data gabungan untuk meningkatkan iklan bertarget -- sumber pendapatan utama -- namun tidak menjelaskan kepada konsumen tentang perubahan kebijakan privasi tersebut.
Baca juga: Cara akses 'offline' Google Classroom untuk guru dan murid
Baca juga: Google Maps akan tampilkan rute bagi pesepeda
Baca juga: Google Meet hadirkan perlindungan 'zoombombing' untuk kelas online
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan layanan publik, Pemkab Barut ajak masyarakat aktif gunakan SP4N LAPOR
03 April 2026 17:25 WIB