Bupati dorong masyarakat terlibat dalam 'food estate' di Kapuas
Minggu, 23 Agustus 2020 7:48 WIB
Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat menyerahkan bantuan alat pertanian secara simbolis kepada salah satu petani belum lama tadi. (ANTARA/Ho-Diskominfo Kapuas)
Kuala Kapuas (ANTARA) - Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah Ben Brahim S Bahat, meminta masyarakat mempersiapkan diri dan terlibat langsung dalam program 'food estate' di daerah setempat.
"Bukan hanya masyarakat yang berprofesi sebagai petani saja yang harus mempersiapkan diri, namun masyarakat lain juga harus melakukan persiapan untuk menjadi tenaga lokal yang bekerja dalam proyek tersebut," katanya di Kuala Kapuas, Sabtu.
Sudah tentu, lanjutnya, para pekerja lokal ini akan diberikan pelatihan maupun pendidikan guna meningkatkan keterampilan di bidangnya masing-masing, baik itu keahlian sebagai petani, tenaga teknis maupun lainnya.
Untuk itu, orang nomor satu di Kapuas itu juga berharap agar semua pihak bersinergi bersama dalam pembangunan dan pengembangan food estate, guna memberikan dampak positif terhadap Kalteng.
"Dengan terpilihnya Kapuas menjadi salah satu wilayah ketahanan pangan nasional atau food estate, tentu memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani," ucapnya.
Food estate sendiri, merupakan program dari pemerintah yang merupakan konsep pengembangan pangan dan dilakukan secara terintegrasi mancakup pertanian, perkebunan hingga peternakan di suatu kawasan.
Program ini, merupakan langkah pemerintah mengembangkan lumbung pangan guna meningkatkan produksi pertanian dalam hal memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, peluang ekspor, bahkan menumbuhkan sektor pertanian secara merata.
"Rencananya pengembangan food estate dilakukan di kawasan eks Proyek Lahan Gambut (PLG) di Kapuas dan Pulang Pisau yang selama ini memang dikenal sebagai lumbung padi Kalimantan Tengah," demikian Ben Brahim.
"Bukan hanya masyarakat yang berprofesi sebagai petani saja yang harus mempersiapkan diri, namun masyarakat lain juga harus melakukan persiapan untuk menjadi tenaga lokal yang bekerja dalam proyek tersebut," katanya di Kuala Kapuas, Sabtu.
Sudah tentu, lanjutnya, para pekerja lokal ini akan diberikan pelatihan maupun pendidikan guna meningkatkan keterampilan di bidangnya masing-masing, baik itu keahlian sebagai petani, tenaga teknis maupun lainnya.
Untuk itu, orang nomor satu di Kapuas itu juga berharap agar semua pihak bersinergi bersama dalam pembangunan dan pengembangan food estate, guna memberikan dampak positif terhadap Kalteng.
"Dengan terpilihnya Kapuas menjadi salah satu wilayah ketahanan pangan nasional atau food estate, tentu memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani," ucapnya.
Food estate sendiri, merupakan program dari pemerintah yang merupakan konsep pengembangan pangan dan dilakukan secara terintegrasi mancakup pertanian, perkebunan hingga peternakan di suatu kawasan.
Program ini, merupakan langkah pemerintah mengembangkan lumbung pangan guna meningkatkan produksi pertanian dalam hal memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, peluang ekspor, bahkan menumbuhkan sektor pertanian secara merata.
"Rencananya pengembangan food estate dilakukan di kawasan eks Proyek Lahan Gambut (PLG) di Kapuas dan Pulang Pisau yang selama ini memang dikenal sebagai lumbung padi Kalimantan Tengah," demikian Ben Brahim.
Pewarta : All Ikhwan
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kapuas dapat 18 unit ambulans dan bantuan kesehatan dari Pemerintah Pusat
06 May 2026 15:40 WIB
Kebakaran di Kapuas hanguskan rumah sekaligus gudang sembako, dua warga terluka
03 May 2026 23:14 WIB
120 kepala sekolah di Kapuas dapat bantuan laptop perkuat digitalisasi pendidikan
03 May 2026 19:28 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB