Irlandia interogasi Facebook-Instagram terkait data anak
Senin, 19 Oktober 2020 10:47 WIB
Ilustrasi Facebook (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia memerintahkan dua penyelidikan untuk Facebook Inc karena khawatir soal praktik manajemen data pengguna anak di Instagram.
Reuters, dikutip Senin, memberitakan lembaga tersebut mendapatkan sejumlah keluhan dari pengguna, hasil penelusuran mereka, terdapat hal-hal yang "berpotensi menimbulkan kekhawatiran" tentang data pribadi anak di Instagram.
Wakil Komisioner DPC Graham Doyle mengatakan kedua investigasi berlangsung sejak bulan September lalu. Facebook tidak menjawab mengenai penyelidikan ini.
Penyelidikan pertama dilakukan untuk melihat apakah Facebook memiliki dasar hukum untuk memproses data dan apakah perlindungan dan larangan yang diberlakukan sudah cukup.
Baca juga: Facebook beri bantuan Rp12,5 miliar untuk UKM Indonesia
"Penyelidikan ini juga mempertimbangkan apakah Facebook memenuhi kewajiban mereka sebagai pengontrol data, terkait persyaratan transparansi mengenai penyediaan Instagram untuk anak-anak," kata Doyle.
Penyelidikan kedua fokus melihat setelan akun dan profil Instagram, DPC memeriksa apakah perusahaan tersebut patuh terhadap persyaratan perlindungan data dari regulator.
Laman The Telegraph, yang pertama kali memberitakan soal penyelidikan ini, menulis Instagram menyiarkan alamat email dan nomor telepon pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.
Menurut The Telegrapg, DPC mendapat keluhan dari seorang ilmuwan data Amerika Serikat, David Stier.
Irlandia menjadi markas bagi sejumlah raksaa teknologi dari AS, DPC merupakan regulator utama di Uni Eropa di bawah undang-undang perlindungan data GDPR.
Baca juga: Unggahan Trump di Facebook dan Twitter dihapus unggahan karena hoaks
Baca juga: Facebook larang iklan yang menyudutkan pemilu
Baca juga: Facebook kenalkan perpesanan lintas platform Instagram dan Messenger
Reuters, dikutip Senin, memberitakan lembaga tersebut mendapatkan sejumlah keluhan dari pengguna, hasil penelusuran mereka, terdapat hal-hal yang "berpotensi menimbulkan kekhawatiran" tentang data pribadi anak di Instagram.
Wakil Komisioner DPC Graham Doyle mengatakan kedua investigasi berlangsung sejak bulan September lalu. Facebook tidak menjawab mengenai penyelidikan ini.
Penyelidikan pertama dilakukan untuk melihat apakah Facebook memiliki dasar hukum untuk memproses data dan apakah perlindungan dan larangan yang diberlakukan sudah cukup.
Baca juga: Facebook beri bantuan Rp12,5 miliar untuk UKM Indonesia
"Penyelidikan ini juga mempertimbangkan apakah Facebook memenuhi kewajiban mereka sebagai pengontrol data, terkait persyaratan transparansi mengenai penyediaan Instagram untuk anak-anak," kata Doyle.
Penyelidikan kedua fokus melihat setelan akun dan profil Instagram, DPC memeriksa apakah perusahaan tersebut patuh terhadap persyaratan perlindungan data dari regulator.
Laman The Telegraph, yang pertama kali memberitakan soal penyelidikan ini, menulis Instagram menyiarkan alamat email dan nomor telepon pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.
Menurut The Telegrapg, DPC mendapat keluhan dari seorang ilmuwan data Amerika Serikat, David Stier.
Irlandia menjadi markas bagi sejumlah raksaa teknologi dari AS, DPC merupakan regulator utama di Uni Eropa di bawah undang-undang perlindungan data GDPR.
Baca juga: Unggahan Trump di Facebook dan Twitter dihapus unggahan karena hoaks
Baca juga: Facebook larang iklan yang menyudutkan pemilu
Baca juga: Facebook kenalkan perpesanan lintas platform Instagram dan Messenger
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Instagram tegaskan akun pengguna aman di tengah marak email reset kata sandi
12 January 2026 13:37 WIB
Instagram dan WhatsApp diakuisisi oleh Meta dan akhirnya menangkan gugatan
21 November 2025 14:57 WIB
Instagram luncurkan fitur "Watch History", yang berguna menemukan kembali video terlewat
27 October 2025 11:40 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Pemerintah batasi akses medsos bagi anak guna perkuat perlindungan digital
10 February 2026 15:13 WIB