
TikTok urungkan enkripsi end-to-end di DM

Jakarta (ANTARA) - Platform media sosial, TikTok, dalam laporan terbaru disebutkan tidak akan menambahkan enkripsi end-to-end atau ujung-ke-ujung dalam fitur pesan langsung (direct message/DM) miliknya.
Berdasarkan laporan Engadget, Rabu (4/3), informasi ini pertama kali terungkap dalam wawancara TikTok dengan BBC di London.
Disebutkan TikTok tidak akan menambah enkripsi end-to-end karena perusahaan merasa hal itu justru membuat penggunanya kurang aman.
Penerapan teknologi itu dinilai berpotensi mencegah tim keamanan atau penegak hukum untuk dapat membaca pesan jika diperlukan untuk menangani suatu kasus.
Platform yang bernaung di bawah ByteDance itu meyakini langkah ini memang sengaja dilakukan secara khusus untuk melindungi pengguna berusia muda di platformnya.
Dalam praktik global, enkripsi end-to-end merupakan teknologi yang umum ditemukan di platform-platform yang menyediakan layanan pesan instan seperti di WhatsApp, iMessage, maupun di Telegram.
Dengan teknologi ini, hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi pesan yang dibagikan di antara mereka.
Namun ternyata di negara asal ByteDance yaitu China, teknologi enkripsi end-to-end justru tidak diterapkan.
TikTok lebih lanjut mengatakan meski tak dilindungi enkripsi end-to-end, pesan yang dikirim melalui aplikasinya masih dilindungi oleh enkripsi standar.
Hanya karyawan yang berwenang yang dapat mengaksesnya jika aplikasi menerima permintaan dari pihak berwenang atau menerima laporan pengguna tentang perilaku berbahaya.
Tidak diketahui apakah skema serupa akan diterapkan untuk TikTok AS mengingat TikTok sudah menandatangani kesepakatan untuk memisahkan bisnisnya di negeri Paman Sam.
Di AS, TikTok saat ini dimiliki oleh entitas bernama TikTok USDS Joint Venture. Sekelompok investor yang tidak berasal dari China termasuk Oracle di dalamnya telah membeli 80 persen saham aplikasi tersebut.
ByteDance sebagai perusahaan induk hanya memiliki 19,9 persen saham untuk platform TikTok di AS.
Diyakini entitas baru tersebut bertanggung jawab atas moderasi konten dan melatih ulang algoritma TikTok berdasarkan data pengguna AS.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
