Pers berperan bantu sukseskan Pilkada Kalteng
Minggu, 1 November 2020 11:19 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, H Sutransyah saat menjadi narasumber pada acara sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu bagi organisasi masyarakat sipil dan media massa di Buntok, Sabtu (31/10/2020). Antara/Bayu Ilmiawan
Buntok (ANTARA) - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah, H Sutransyah mengatakan, pers berperan membantu pemerintah dalam menyukseskan pemilu kepala daerah serentak 9 Desember 2020.
"Hal itu dilakukan sebagai sarana penguatan proses demokrasi," katanya saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu bagi organisasi masyarakat sipil (OMS) dan media massa di Buntok, Sabtu.
Menurutnya, kaitan dengan Pilkada, pers merupakan penasihat bagi demokrasi dan pemerintahan yang baik. Pers juga memiliki kewajiban untuk melaporkan hal-hal terkait dengan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pemilihan umum, termasuk para pemangku kepentingan yang terkait dengan pemilu.
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang dilakukan wartawan dalam pilkada yakni menjalankan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
Pers harus independen dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat calon. Pers juga harus tegas dengan tidak memberitakan kampanye hitam karena tidak sesuai kode etik jurnalistik dan bisa memicu munculnya konflik.
"Pers harus bisa memilah informasi, sehingga tidak ikut serta dalam mempublikasikan kampanye hitam yang bertujuan untuk menyudutkan kandidat tertentu," ucapnya.
Untuk itu, pers harus menguji kebenaran informasi supaya menghindari pemberitaan yang tidak sesuai fakta atau hoax.
Selain itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah itu juga menyampaikan, dalam setiap pemberitaan pilkada, pers harus berpartisipasi aktif menciptakan keamanan wilayah dan pelopor protokol kesehatan mengingat pilkada digelar di masa pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, pers harus menjadi pelopor pelaksanaan protokol kesehatan untuk mewujudkan pilkada yang aman dari COVID-19.
Acara sosialisasi yang digagas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Barito Selatan itu menghadirkan empat narasumber yakni Sutransyah, Ketua Komisi Informasi Kalteng, Daan Rismon, Kasat Reskrim, dan tokoh agama Barsel, Gazalirrahman.
Baca juga: Bawaslu Barsel ajak organisasi dan media massa turut awasi pilkada
Baca juga: Usai bagikan rompi kepada wartawan, Kapolres Barsel sampaikan sejumlah harapan
Baca juga: Farid dan Eddy kompak menangkan Sugianto-Edy di Barsel
"Hal itu dilakukan sebagai sarana penguatan proses demokrasi," katanya saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu bagi organisasi masyarakat sipil (OMS) dan media massa di Buntok, Sabtu.
Menurutnya, kaitan dengan Pilkada, pers merupakan penasihat bagi demokrasi dan pemerintahan yang baik. Pers juga memiliki kewajiban untuk melaporkan hal-hal terkait dengan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pemilihan umum, termasuk para pemangku kepentingan yang terkait dengan pemilu.
Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang dilakukan wartawan dalam pilkada yakni menjalankan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
Pers harus independen dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat calon. Pers juga harus tegas dengan tidak memberitakan kampanye hitam karena tidak sesuai kode etik jurnalistik dan bisa memicu munculnya konflik.
"Pers harus bisa memilah informasi, sehingga tidak ikut serta dalam mempublikasikan kampanye hitam yang bertujuan untuk menyudutkan kandidat tertentu," ucapnya.
Untuk itu, pers harus menguji kebenaran informasi supaya menghindari pemberitaan yang tidak sesuai fakta atau hoax.
Selain itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah itu juga menyampaikan, dalam setiap pemberitaan pilkada, pers harus berpartisipasi aktif menciptakan keamanan wilayah dan pelopor protokol kesehatan mengingat pilkada digelar di masa pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, pers harus menjadi pelopor pelaksanaan protokol kesehatan untuk mewujudkan pilkada yang aman dari COVID-19.
Acara sosialisasi yang digagas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Barito Selatan itu menghadirkan empat narasumber yakni Sutransyah, Ketua Komisi Informasi Kalteng, Daan Rismon, Kasat Reskrim, dan tokoh agama Barsel, Gazalirrahman.
Baca juga: Bawaslu Barsel ajak organisasi dan media massa turut awasi pilkada
Baca juga: Usai bagikan rompi kepada wartawan, Kapolres Barsel sampaikan sejumlah harapan
Baca juga: Farid dan Eddy kompak menangkan Sugianto-Edy di Barsel
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Shalahuddin tegaskan Batamad berperan penjaga adat dan mitra pemerintah daerah
05 December 2025 10:02 WIB
Orang tua berperan penting jauhkan anak-anak di Kotim dari pengaruh terorisme
26 November 2025 19:44 WIB
Keluarga dan sekolah berperan penting cegah anemia pada remaja di Palangka Raya
14 November 2025 16:30 WIB
Terpopuler - Barito Selatan
Lihat Juga
Kapolres Barsel: Gerakan pangan murah bantu masyarakat dapatkan bahan pokok terjangkau
13 March 2026 16:30 WIB
Wabup Barsel: Gerakan pangan murah langkah strategis kendalikan inflasi daerah
13 March 2026 15:30 WIB
Waket DPRD Barsel: KHBS langkah nyata Pemprov Kalteng bantu masyarakat kurang mampu
10 March 2026 15:42 WIB
Peringatan Nuzulul Quran, PHBI bersama BKPRMI Barito Selatan gelar khatam Al Quran
08 March 2026 8:22 WIB
Kanwil Kemenkum: 972 paralegal garda terdepan perluasan akses hukum warga Barito Selatan
02 March 2026 16:57 WIB