Logo Header Antaranews Kalteng

Orang tua berperan penting jauhkan anak-anak di Kotim dari pengaruh terorisme

Rabu, 26 November 2025 19:44 WIB
Image Print
Kanit PPA Polres Kotim Iptu Dhearny AG Dachi. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Sampit (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah AKBP Resky Maulana Zulkarnain menekankan pentingnya urgensi peran orang tua dalam membentuk karakter dan ideologi anak sejak usia dini, agar terhindar dari pengaruh maupun jaringan terorisme.

"Pada hakikatnya, semua tindakan yang dilakukan anak tetap dipandang berbeda dari orang dewasa. Karena itu, peran orangtua sangat vital dalam tumbuh kembang dan pembentukan ideologi anak," kata Resky melalui Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kotim, Iptu Dhearny AG Dachi di Sampit, Rabu.

Belum lama ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merilis data yang menunjukkan sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun teridentifikasi telah direkrut atau terpapar jejaring terorisme.

Temuan ini menunjukkan bahwa ancaman ekstremisme kini mulai menyasar kelompok paling rentan, yakni anak-anak, dengan memanfaatkan peluang rekrutmen secara daring, contohnya melalui media sosial maupun game online.

Sementara itu, Dhearny menegaskan bahwa Sistem Peradilan Pidana Anak berpegang pada prinsip bahwa anak tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum setara dengan orang dewasa.

"Peran orangtua menjadi faktor paling penting dalam pembentukan karakter dan penanaman ideologi sejak dini," tegasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa strategi paling efektif untuk membentengi anak dari ancaman radikalisme atau ekstrimisme adalah melalui penguatan bimbingan di lingkungan keluarga, pengawasan aktivitas anak yang maksimal, serta penanaman ajaran Pancasila sejak awal.

Meskipun panduan spesifik untuk melindungi anak dari ekstremisme mungkin belum tersedia, Dhearny menilai pendidikan ideologi kebangsaan yang konsisten sudah menjadi pertahanan atau benteng pertama yang memadai.

"Pada dasarnya, pemahaman nilai-nilai Pancasila yang ditanamkan sejak dini sudah menjadi fondasi kuat untuk melindungi anak dari ideologi ekstrem," imbuhnya.

Baca juga: Pemkab Kapuas peringkat kedua Keterbukaan Informasi Publik

Ia mengakui bahwa perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini menjadi tantangan besar, diperparah dengan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak.

Menanggapi hal ini, Unit PPA Polres Kotim secara kontinu mengadakan sosialisasi mendalam kepada orang tua dan anak mengenai pencegahan radikalisme dan ekstremisme.

Disamping itu, pihak kepolisian juga gencar memperluas sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat sipil. Untuk itu, diharapkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat pertahanan anak dari berbagai pengaruh negatif, terutama yang berasal dari derasnya arus informasi di ruang digital.

"Kami berupaya meningkatkan kesadaran orang tua melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD), seminar, dan berbagai kegiatan edukasi. Unit PPA siap mendukung upaya ini, termasuk sebagai sumber informasi," demikian Dhearny.

Baca juga: Bawaslu Kotim raih penghargaan keterbukaan informasi kategori penyelenggara pemilu

Baca juga: Kotim peringkat ketiga Anugerah Keterbukaan Informasi Publik kategori Informatif

Baca juga: Marak serangan buaya, Camat Pulau Hanaut siapkan tim khusus



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026