Dalam setahun, PUBG Mobile mampu hasilkan 2,6 miliar dolar
Rabu, 30 Desember 2020 13:14 WIB
Seorang pria memainkan game online PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) di Jakarta, Minggu (31/5/2020). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen terhadap pembelian barang yang terdapat di dalam game online dari luar negeri seperti PUBG, Free Fire, dan Mobile Legend mulai 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Jakarta (ANTARA) - Game online PUBG Mobile meraih pendapatan hingga miliaran dolar selama setahun menurut laporan dari lembaga riset SensorTower.
Dikutip dari laman GadgetsNow, Rabu, SensorTower mencatat penghasilan PUBG Mobile, termasuk versi China Game of Peace, secara global sepanjang 2020 mencapai 2,6 miliar dolar Amerika Serikat, baik di perangkat Android maupun iOS.
Game tersebut meraih pendapatan kotor senilai 173,8 juta dolar AS pada November 2020. Pada September, game tersebut bahkan meraih pendapatan kotor 198 juta dolar meski pun India melarang peredarannya.
Pandemi virus corona rupanya memberikan dampak positif bagi PUBG Mobile, pendapatan tertinggi mereka tahun ini berada pada Maret, senilai 270 dolar AS, ketika banyak negara memberlakukan karantina wilayah atau lockdown.
Pemerintah India melarang game PUBG Mobile pada September lalu karena masalah keamanan data.
PUBG Corporation kemudian menarik game ini dari India, sejak mereka tidak lagi memberikan izin pada Tencent Games untuk mengedarkan PUBG Mobile di India, seperti diberitakan laman NDTV pada November lalu.
Krafton, perusahaan induk PUBG Corporation, sedang mencari cara agar PUBG Mobile bisa kembali masuk India, yaitu dengan membuat kantor di India dan memperketat keamanan data.
Pemerintah India belum memberi persetujuan untuk rencana PUBG Mobile kembali masuk negara tersebut.
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Dikutip dari laman GadgetsNow, Rabu, SensorTower mencatat penghasilan PUBG Mobile, termasuk versi China Game of Peace, secara global sepanjang 2020 mencapai 2,6 miliar dolar Amerika Serikat, baik di perangkat Android maupun iOS.
Game tersebut meraih pendapatan kotor senilai 173,8 juta dolar AS pada November 2020. Pada September, game tersebut bahkan meraih pendapatan kotor 198 juta dolar meski pun India melarang peredarannya.
Pandemi virus corona rupanya memberikan dampak positif bagi PUBG Mobile, pendapatan tertinggi mereka tahun ini berada pada Maret, senilai 270 dolar AS, ketika banyak negara memberlakukan karantina wilayah atau lockdown.
Pemerintah India melarang game PUBG Mobile pada September lalu karena masalah keamanan data.
PUBG Corporation kemudian menarik game ini dari India, sejak mereka tidak lagi memberikan izin pada Tencent Games untuk mengedarkan PUBG Mobile di India, seperti diberitakan laman NDTV pada November lalu.
Krafton, perusahaan induk PUBG Corporation, sedang mencari cara agar PUBG Mobile bisa kembali masuk India, yaitu dengan membuat kantor di India dan memperketat keamanan data.
Pemerintah India belum memberi persetujuan untuk rencana PUBG Mobile kembali masuk negara tersebut.
Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Pewarta : -
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Edisi terbatas, Yamaha buka order online MAX Special Livery dan TMAX TECHMAX
27 January 2026 10:47 WIB
Prihatin pelajar terpapar radikalisme, akademisi Kotim desak Komdigi blokir game online
06 January 2026 18:44 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Pemerintah batasi akses medsos bagi anak guna perkuat perlindungan digital
10 February 2026 15:13 WIB
Gangguan penerbangan dinilai berdampak pada kenyamanan perjalanan penumpang
09 February 2026 18:42 WIB