Baterai besar diunggulkan Samsung pada ponsel tahun ini
Selasa, 5 Januari 2021 14:17 WIB
Samsung Galaxy A02s. (ANTARA/HO)
Jakarta (ANTARA) - Samsung Electronics Indonesia melihat konsumen pasca pandemi mementingkan performa, termasuk baterai, pada ponsel yang ingin kita beli.
Manajer Pemasaran Produk Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi, baterai merupakan salah satu dari tiga besar faktor penentu konsumen membeli ponsel.
Baterai yang besar akan membantu pengguna berkegiatan dengan ponsel dan mereka tidak harus sering tersambung ke aliran listrik untuk mengisi daya ponsel.
"Untuk mendukung segala kegiatan konsumen, mereka butuh baterai kapasitas besar," kata Irfan kepada wartawan, Selasa.
Baca juga: Galaxy S21 akan dilengkapi fitur seri Note
Selain baterai, konsumen, khususnya yang ingin membeli ponsel di kelas entry level, juga memperhatikan kapasitas memori ketika membeli ponsel. Alasan utamanya adalah agar bisa melakukan multitugas atau tetap lancar meski pun sering berpindah-pindah aplikasi.
Kegiatan yang saat ini berpusat pada teknologi, seperti bekerja dan belajar dari jarak jauh, juga menuntut konsumen memiliki gawai dengan kapasitas yang besar.
Sejak berkegiatan dari jarak jauh, pengguna seringkali memerlukan aplikasi untuk menunjang pekerjaan, belajar atau kegiatan sehari-hari, misalnya memasang aplikasi konferensi video dan belanja online.
"Apalagi sekarang ini sering membuat video," kata Irfan.
Samsung dalam kurun waktu kurang dari dua minggu sudah meluncurkan dua gawai di Indonesia, yakni Galaxy A12 dan Galaxy A02s, keduanya memiliki kapasitas baterai yang cukup besar.
Selain seri Galaxy A, Samsung juga memiliki seri Galaxy M yang memang dibekali baterai lebih besar, menyasar konsumen yang sering berkegiatan di luar ruangan.
Salah satu model di seri M, Galaxy M memiliki baterai sebesar 7.000mAh.
Baca juga: Jadwal peluncuran Galaxy S21
Baca juga: Penjualan Samsung tahun ini diprediksi tidak sampai 300 juta
Baca juga: Benarkah harga Samsung Galaxy Buds Pro tak sampai Rp3 juta?
Manajer Pemasaran Produk Samsung Mobile, Samsung Electronics Indonesia, Irfan Rinaldi, baterai merupakan salah satu dari tiga besar faktor penentu konsumen membeli ponsel.
Baterai yang besar akan membantu pengguna berkegiatan dengan ponsel dan mereka tidak harus sering tersambung ke aliran listrik untuk mengisi daya ponsel.
"Untuk mendukung segala kegiatan konsumen, mereka butuh baterai kapasitas besar," kata Irfan kepada wartawan, Selasa.
Baca juga: Galaxy S21 akan dilengkapi fitur seri Note
Selain baterai, konsumen, khususnya yang ingin membeli ponsel di kelas entry level, juga memperhatikan kapasitas memori ketika membeli ponsel. Alasan utamanya adalah agar bisa melakukan multitugas atau tetap lancar meski pun sering berpindah-pindah aplikasi.
Kegiatan yang saat ini berpusat pada teknologi, seperti bekerja dan belajar dari jarak jauh, juga menuntut konsumen memiliki gawai dengan kapasitas yang besar.
Sejak berkegiatan dari jarak jauh, pengguna seringkali memerlukan aplikasi untuk menunjang pekerjaan, belajar atau kegiatan sehari-hari, misalnya memasang aplikasi konferensi video dan belanja online.
"Apalagi sekarang ini sering membuat video," kata Irfan.
Samsung dalam kurun waktu kurang dari dua minggu sudah meluncurkan dua gawai di Indonesia, yakni Galaxy A12 dan Galaxy A02s, keduanya memiliki kapasitas baterai yang cukup besar.
Selain seri Galaxy A, Samsung juga memiliki seri Galaxy M yang memang dibekali baterai lebih besar, menyasar konsumen yang sering berkegiatan di luar ruangan.
Salah satu model di seri M, Galaxy M memiliki baterai sebesar 7.000mAh.
Baca juga: Jadwal peluncuran Galaxy S21
Baca juga: Penjualan Samsung tahun ini diprediksi tidak sampai 300 juta
Baca juga: Benarkah harga Samsung Galaxy Buds Pro tak sampai Rp3 juta?
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Vivo perkenalkan Y50s dan Y50e dengan baterai 6000 mAh chip Dimensity 6300
07 January 2026 14:45 WIB
Dengan desain tipis dengan baterai 7.000mAh, Realme 15T 5G hadir di Indonesia
31 October 2025 16:07 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Standar keamanan AI dipertanyakan setelah mantan karyawan xAI soroti risiko Grok
16 February 2026 15:56 WIB
Pemerintah India kucurkan dana Rp185 triliun guna dukung ekosistem startup
16 February 2026 15:52 WIB