Logo Header Antaranews Kalteng

CATL pakai robot humanoid AI produksi baterai massal

Kamis, 18 Desember 2025 17:35 WIB
Image Print
Tan Libin, chief customer officer of CATL, speaks at the launch of its new electric vehicle (EV) batteries in Munich, Germany, Sept 7, 2025. (ANTARA/HO-handout via Xinhua)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal Tiongkok Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) dikabarkan telah berhasil mengerahkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan atau AI pada lini produksi baterai.

Dilaporkan Carnewschina pada Kamis waktu setempat, implementasi skala besar pertama di dunia dari robot humanoid dalam produksi paket baterai energi baru kini telah beroperasi di fasilitas Zhongzhou milik CATL.

Robot humanoid yang diberi nama "Moz”, diklaim mampu melakukan operasi kompleks seperti menghubungkan konektor baterai tegangan tinggi dengan tepat. Hal ini sekaligus menandai tonggak penting dalam penerapan AI yang terwujud dalam manufaktur cerdas.

Menurut CATL, Moz telah digunakan dalam proses pengujian End of Line (EOL) dan Direct Current Resistance (DCR), yaitu pengujian fungsional akhir yang penting untuk paket baterai sebelum pengiriman.

Proses ini sebelumnya membutuhkan pekerja manusia untuk menghubungkan steker uji yang membawa ratusan volt ke lokasi tertentu pada paket baterai, sehingga menimbulkan risiko percikan api tegangan tinggi dan inkonsistensi dalam efisiensi dan kualitas.

Namun demikian Moz telah mengubah situasi ini melalui model end-to-end vision-language-action (VLA), yang mana robot ini menunjukkan persepsi lingkungan dan kemampuan generalisasi tugas yang kuat yang membuatnya sangat cocok untuk pekerjaan kompleks tersebut.

Menurut CATL, robot ini unggul dalam tiga bidang utama yakni adaptasi presisi, pengoperasian fleksibel, serta efisiensi dan keandalan.

“Moz telah menjadi anggota yang sangat diperlukan dalam lini produksi kami. Di luar tugas utamanya, ia secara otomatis mendeteksi status koneksi rangkaian kabel, segera melaporkan anomali untuk mengurangi tingkat cacat, dan secara proaktif beralih ke mode inspeksi di antara operasi,” kata CATL dalam sebuah pernyataan.

Saat menghadapi produksi berkelanjutan dari berbagai model baterai, Moz telah menunjukkan peningkatan beban kerja harian hingga tiga kali lipat dengan konsistensi dan stabilitas yang luar biasa.

Diketahui, Moz dikembangkan oleh Spirit AI, sebuah perusahaan robotika dalam ekosistem CATL, dan ditenagai oleh baterai yang dikembangkan sendiri oleh CATL sebagai contoh kolaborasi rantai pasok yang sukses.Untuk mengubah persyaratan produksi aktual menjadi spesifikasi teknik, CATL mengoordinasikan berbagai departemen untuk melakukan riset mendalam tentang lini produksi, bersama-sama merumuskan rencana pengembangan yang menyeimbangkan visi ke depan dengan implementasi praktis.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026