Parlemen India akan panggil Facebook dan WhatsApp
Kamis, 21 Januari 2021 17:15 WIB
Ilustrasi WhatsApp (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Parlemen India akan memanggil Facebook Inc untuk meminta keterangan seputar pembaruan kebijakan privasi di aplikasi miliknya WhatsApp.
Facebook akan diinterogasi mengapa kebijakan privasi WhatsApp diubah dan bagaimana dampaknya terhadap pengguna, menurut sumber yang dikutip Reuters, Kamis.
WhatsApp belum memberikan pernyataan atas rencana pertemuan ini.
Baca juga: WhatsApp diminta tarik kembali pembaruan kebijakan privasi
WhatsApp beberapa pekan lalu mengumumkan perubahan kebijakan privasi, antara lain bahwa mereka mungkin membagikan data berupa lokasi dan nomor telepon pengguna kepada Facebook dan grup.
Perubahan kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kerahasiaan data, bukan hanya di India, namun berbagai negara, termasuk di Indonesia.
India merupakan pengguna WhatsApp terbanyak, jumlah total mencapai 400 juta pengguna.
Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengirim surat kepada WhatsApp banhwa pembaruan kebijakan ini membuat pengguna India tidak punya pilihan dan meminta mereka menarik rencana tersebut.
Baca juga: WhatsApp tunda pembaruan fitur bisnis
Baca juga: WhatsApp dituntut terkait privasi data
Baca juga: WhatsApp diminta terapkan prinsip perlindungan data pribadi
Facebook akan diinterogasi mengapa kebijakan privasi WhatsApp diubah dan bagaimana dampaknya terhadap pengguna, menurut sumber yang dikutip Reuters, Kamis.
WhatsApp belum memberikan pernyataan atas rencana pertemuan ini.
Baca juga: WhatsApp diminta tarik kembali pembaruan kebijakan privasi
WhatsApp beberapa pekan lalu mengumumkan perubahan kebijakan privasi, antara lain bahwa mereka mungkin membagikan data berupa lokasi dan nomor telepon pengguna kepada Facebook dan grup.
Perubahan kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kerahasiaan data, bukan hanya di India, namun berbagai negara, termasuk di Indonesia.
India merupakan pengguna WhatsApp terbanyak, jumlah total mencapai 400 juta pengguna.
Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengirim surat kepada WhatsApp banhwa pembaruan kebijakan ini membuat pengguna India tidak punya pilihan dan meminta mereka menarik rencana tersebut.
Baca juga: WhatsApp tunda pembaruan fitur bisnis
Baca juga: WhatsApp dituntut terkait privasi data
Baca juga: WhatsApp diminta terapkan prinsip perlindungan data pribadi
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Temui Parlemen Inggris, Gubernur Kalteng pererat hubungan antarbangsa hingga peluang kerjasama
02 April 2026 12:44 WIB
Gibran hadiri geladi bersih pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih
19 October 2024 13:20 WIB, 2024
Akademisi diminta mendukung peran DPD RI mewakili kepentingan daerah di parlemen
31 August 2023 16:19 WIB, 2023
KPU Kobar: Baru dua parpol non parlemen memenuhi syarat verifikasi faktual
08 November 2022 21:21 WIB, 2022