WhatsApp diminta tarik kembali pembaruan kebijakan privasi
Rabu, 20 Januari 2021 8:38 WIB
Ilustrasi - Seorang pria dengan smartphonenya di depan logo Whatsapp. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am
Jakarta (ANTARA) - Kementerian teknologi India meminta WhatsApp menarik perubahan kebijakan privasinya, yang diumumkan platform perpesanan tersebut pada awal bulan ini.
"Perubahan yang diusulkan menimbulkan kekhawatiran besar mengenai implikasi bagi pilihan dan otonomi warga India," tulis Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam email kepada bos WhatsApp Will Catchcart tertanggal 18 Januari, dikutip dari Reuters, Rabu.
"Oleh karena itu, Anda diminta untuk menarik perubahan yang diusulkan," ujar Kementerian India.
Baca juga: Aplikasi Signal terus tumbuh di tengah kontroversi WhatsApp
WhatsApp mengatakan sedang berupaya untuk mengatasi informasi yang salah dan tetap bersedia untuk menjawab pertanyaan apa pun.
"Kami ingin menegaskan bahwa pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook," kata WhatsApp.
Facebook, yang berbasis di California, tahun lalu menginvestasikan 5,7 miliar dolar AS ke unit digital perusahaan multinasional yang bermarkas di Mumbai, Reliance, dengan harapan menarik puluhan juta pemilik toko tradisional untuk menggunakan pembayaran digital melalui WhatsApp.
Dengan 400 juta pengguna di India, WhatsApp memiliki rencana besar untuk mengembangkan ruang pembayaran digital negara itu, termasuk menjual asuransi kesehatan melalui mitra.
Namun rencana tersebut bisa saja terpengaruh jika pengguna India beralih ke platform perpesanan saingan, seperti Signal dan Telegram, yang mengalami lonjakan unduhan setelah WhatsApp pada 4 Januari mengatakan akan berbagi sejumlah data pengguna dengan Facebook.
"Perubahan yang diusulkan menimbulkan kekhawatiran besar mengenai implikasi bagi pilihan dan otonomi warga India," tulis Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam email kepada bos WhatsApp Will Catchcart tertanggal 18 Januari, dikutip dari Reuters, Rabu.
"Oleh karena itu, Anda diminta untuk menarik perubahan yang diusulkan," ujar Kementerian India.
Baca juga: Aplikasi Signal terus tumbuh di tengah kontroversi WhatsApp
WhatsApp mengatakan sedang berupaya untuk mengatasi informasi yang salah dan tetap bersedia untuk menjawab pertanyaan apa pun.
"Kami ingin menegaskan bahwa pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook," kata WhatsApp.
Facebook, yang berbasis di California, tahun lalu menginvestasikan 5,7 miliar dolar AS ke unit digital perusahaan multinasional yang bermarkas di Mumbai, Reliance, dengan harapan menarik puluhan juta pemilik toko tradisional untuk menggunakan pembayaran digital melalui WhatsApp.
Dengan 400 juta pengguna di India, WhatsApp memiliki rencana besar untuk mengembangkan ruang pembayaran digital negara itu, termasuk menjual asuransi kesehatan melalui mitra.
Namun rencana tersebut bisa saja terpengaruh jika pengguna India beralih ke platform perpesanan saingan, seperti Signal dan Telegram, yang mengalami lonjakan unduhan setelah WhatsApp pada 4 Januari mengatakan akan berbagi sejumlah data pengguna dengan Facebook.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malaysia pelajari kebijakan Indonesia dalam membatasi penggunaan platform digital bagi anak
11 February 2026 17:35 WIB
Hadiri rakornas, Bupati Shalahuddin komitmen implementasikan kebijakan RPJMN
02 February 2026 16:31 WIB
Dukungan kebijakan dorong pertumbuhan pesat AI perawatan kesehatan di China
16 January 2026 17:10 WIB
Bupati Gumas minta internalisasi Program Tambun Bungai dalam setiap kebijakan
05 January 2026 15:06 WIB
Dosen Fisipol UMPR sosialisasi transformasi kebijakan publik dengan platform digital
14 December 2025 5:26 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Standar keamanan AI dipertanyakan setelah mantan karyawan xAI soroti risiko Grok
16 February 2026 15:56 WIB
Pemerintah India kucurkan dana Rp185 triliun guna dukung ekosistem startup
16 February 2026 15:52 WIB