Hujan abu melanda Boyolali akibat Merapi erupsi
Rabu, 27 Januari 2021 17:56 WIB
Hujan abu cukup tebal terjadi dan warga terlihat sepi karena di dalam rumah masing-masing, di wilayah Desa Sangup Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolai, Jawa Tengah, Rabu (27/1/2021). (ANTARA/HO istimewa)
Boyolali (ANTARA) - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta mengeluarkan guguran awan panas (erupsi) mengakibatkan hujan abu cukup tebal di beberapa desa di Kabupaten Boyolali, Rabu.
Sekretaris Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Sri Hartanto, di Boyolali, Rabu, mengatakan dampak guguran awan panas dari Gunung Merapi berupa hujan abu di desa setempat yang posisinya di timur puncak gunung itu.
"Hujan abu yang mengguyur di Desa Sangup terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Hujan abu di Sangup juga bercampur pasir lembut," kata dia.
Dampak awan panas dari Gunung Merapi, berupa hujan abu cukup tebal, di bagian daerah atas, seperti Dukuh Beling dan Sudimoro.
Baca juga: Dampak letusan Gunung Merapi dalam radius lima kilometer dari puncak
Hujan abu di Desa Sangup sebenarnya dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, tetapi kondisinya tipis, sedangkan sekitar pukul 12.30 WIB turun hujan abu cukup tebal.
Kendati demikian, kata dia, situasi warga setempat tetap kondusif. Mereka di rumah masing-masing dan menghentikan kegiatan rutin sehari-hari akibat peristiwa alam itu.
Baca juga: Gunung Merapi keluarkan 10 kali guguran lava pijar
Dia mengatakan guguran awan panas berakibat debu vulkanik yang terbawa angin ke arah timur dan turun di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, dan sekitarnya.
Hujan abu juga terjadi di Desa Lanjaran, Mriyan (Kecamatan Tamansari), dan Sruni, Cluntang, Kecamatan.
Namun, guguran awan panas Merapi tidak sampai berdampak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III lainnya di Boyolali atau sisi utara. Bahkan, di tiga desa di Kecamatan Selo, yakni Tlogolele, Klakah, dan Jrakah, kondisinya relatif aman.
Kepala Desa Tlogolele Sunguadi mengatakan wilayah setempat aman dan terkendali dari bahaya erupsi Merapi.
Namun, sekitar 150 warga rentan, balita, dan lansia masih menempati pengungsian sementara di Desa Tlogolele.
Kepala Desa Klakah Sumarwoto juga mengatakan wilayahnya aman dari dampak erupsi Merapi, antara lain tidak ada hujan abu.
Namun, katanya, warga tetap waspada terkait dengan perkembangan aktivitas vulkanik Merapi.
Baca juga: Gunung Merapi keluarkan guguran material sejauh 1,5 Km
Baca juga: Gunung Merapi kembali meletus dengan tinggi kolom 1.500 meter
Baca juga: Gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom erupsi 5.000 meter
Sekretaris Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Sri Hartanto, di Boyolali, Rabu, mengatakan dampak guguran awan panas dari Gunung Merapi berupa hujan abu di desa setempat yang posisinya di timur puncak gunung itu.
"Hujan abu yang mengguyur di Desa Sangup terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Hujan abu di Sangup juga bercampur pasir lembut," kata dia.
Dampak awan panas dari Gunung Merapi, berupa hujan abu cukup tebal, di bagian daerah atas, seperti Dukuh Beling dan Sudimoro.
Baca juga: Dampak letusan Gunung Merapi dalam radius lima kilometer dari puncak
Hujan abu di Desa Sangup sebenarnya dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, tetapi kondisinya tipis, sedangkan sekitar pukul 12.30 WIB turun hujan abu cukup tebal.
Kendati demikian, kata dia, situasi warga setempat tetap kondusif. Mereka di rumah masing-masing dan menghentikan kegiatan rutin sehari-hari akibat peristiwa alam itu.
Baca juga: Gunung Merapi keluarkan 10 kali guguran lava pijar
Dia mengatakan guguran awan panas berakibat debu vulkanik yang terbawa angin ke arah timur dan turun di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, dan sekitarnya.
Hujan abu juga terjadi di Desa Lanjaran, Mriyan (Kecamatan Tamansari), dan Sruni, Cluntang, Kecamatan.
Namun, guguran awan panas Merapi tidak sampai berdampak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III lainnya di Boyolali atau sisi utara. Bahkan, di tiga desa di Kecamatan Selo, yakni Tlogolele, Klakah, dan Jrakah, kondisinya relatif aman.
Kepala Desa Tlogolele Sunguadi mengatakan wilayah setempat aman dan terkendali dari bahaya erupsi Merapi.
Namun, sekitar 150 warga rentan, balita, dan lansia masih menempati pengungsian sementara di Desa Tlogolele.
Kepala Desa Klakah Sumarwoto juga mengatakan wilayahnya aman dari dampak erupsi Merapi, antara lain tidak ada hujan abu.
Namun, katanya, warga tetap waspada terkait dengan perkembangan aktivitas vulkanik Merapi.
Baca juga: Gunung Merapi keluarkan guguran material sejauh 1,5 Km
Baca juga: Gunung Merapi kembali meletus dengan tinggi kolom 1.500 meter
Baca juga: Gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom erupsi 5.000 meter
Pewarta : Bambang Dwi Marnoto
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menhan Prabowo Subianto sampaikan belasungkawa korban erupsi Merapi
09 December 2023 14:18 WIB, 2023
Dampak letusan Gunung Merapi dalam radius lima kilometer dari puncak
15 January 2021 12:01 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB