Facebook kembangkan alat untuk cegah pendompleng iklan
Minggu, 31 Januari 2021 10:14 WIB
Logo aplikasi media sosial Facebook saat log-in. ANTARA/Shutterstock/pri.
Jakarta (ANTARA) - Facebook dalam waktu dekat akan mengembangkan alat bagi para pengiklan untuk bisa mencegah konten berbahaya mendompleng iklan mereka.
Alat ini disebut "kontrol pengecualian topik" atau "topic exclusion controls", dikutip dari Reuters, Minggu.
Alat pengontrol ini akan membantu pengiklan mengetahui bagaimana iklan mereka muncul di laman Kabar Berita Facebook.
Baca juga: Facebook larang iklan aksesori senjata dan alat pelindung di AS
Fitur untuk pengiklan ini akan diuji coba kepada sejumlah kecil pengiklan, diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun.
Pengiklan selama bertahun-tahun ini sering memprotes platform media sosial karena tidak banyak bertindak untuk mencegah iklan muncul berbarengan dengan konten negatif seperti ujaran kebencian dan hoaks.
Juli tahun lalu, sejumlah perusahaan antar lain Coca-Cola dan Starbucks Corp memboikot Facebook karena tidak bertindak tegas terhadap ujaran kebencian setelah kematian pria kulit hitam George Floyd.
September lalu, Facebook, juga Twitter dan YouTube sepakat dengan pengiklan untuk mengatasi konten negatif.
Alat ini disebut "kontrol pengecualian topik" atau "topic exclusion controls", dikutip dari Reuters, Minggu.
Alat pengontrol ini akan membantu pengiklan mengetahui bagaimana iklan mereka muncul di laman Kabar Berita Facebook.
Baca juga: Facebook larang iklan aksesori senjata dan alat pelindung di AS
Fitur untuk pengiklan ini akan diuji coba kepada sejumlah kecil pengiklan, diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun.
Pengiklan selama bertahun-tahun ini sering memprotes platform media sosial karena tidak banyak bertindak untuk mencegah iklan muncul berbarengan dengan konten negatif seperti ujaran kebencian dan hoaks.
Juli tahun lalu, sejumlah perusahaan antar lain Coca-Cola dan Starbucks Corp memboikot Facebook karena tidak bertindak tegas terhadap ujaran kebencian setelah kematian pria kulit hitam George Floyd.
September lalu, Facebook, juga Twitter dan YouTube sepakat dengan pengiklan untuk mengatasi konten negatif.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Meta tawarkan pembatasan berbagi data dan kurangi iklan untuk pengguna di Eropa
09 December 2025 16:35 WIB
Viral! Anggota Polsek Pahandut disangka main judol, rupanya hanya iklan Snack Video
14 November 2025 19:29 WIB
Iklan YouTube capai kenaikan 10 miliar dolar, pendapatan naik 15 persen di Q3
31 October 2025 14:25 WIB
Data interaksi pengguna dengan AI untuk penayangan iklan akan digunakan oleh Meta
05 October 2025 17:38 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Pemerintah batasi akses medsos bagi anak guna perkuat perlindungan digital
10 February 2026 15:13 WIB