Madrid (ANTARA) - Spanyol pada Selasa (30/3) mengumumkan akan menggunakan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang-orang berusia 55-65 tahun dan mungkin memberikan vaksin Johnson & Johnson bagi kaum lansia begitu dosisnya tersedia di negara tersebut.

Radio Cadena Ser melaporkan bahwa komisi kesehatan masyarakat memutuskan untuk menghapus batas usia di atas 65 tahun pada penggunaan vaksin AstraZeneca. Pekan lalu, Spanyol memutuskan untuk menggunakan lagi vaksin tersebut bagi mereka berusia 18-65 tahun, menyusul kekhawatiran soal kasus pembekuan darah.

Komisi menyetujui sebuah dokumen yang mencakup penggunaan vaksin AstraZeneca bagi mereka berusia 55-65 tahun, kata Kementerian kesehatan melalui pernyataan. Juru bicara kementerian tidak membenarkan ataupun menepis laporan bahwa penghentian penggunaan vaksin itu sudah dicabut.

Cadena Ser mengatakan suntikan AstraZeneca pada dasarnya akan diberikan pada mereka yang berusia di bawah 65 tahun sebab telah disisihkan untuk pegawai esensial dan kelompok-kelompok lain penduduk di bawah usia tersebut.

Menurut pernyataan, dokumen tersebut juga merujuk pada vaksin Johnson & Johnson.

"Begitu dosis vaksin ini tersedia, maka dapat digunakan secara paralel dengan vaksin mRNA guna mempercepat vaksinasi di kalangan kelompok lansia," tulis pernyataan tersebut.

Vaksin messenger RNA bekerja dengan cara menyuntikkan mRNA sintesis yang mengarahkan sel untuk menghasilkan protein patogen atau sedikit protein, sehingga memacu sistem kekebalan.

Cadena Ser mengatakan dokumen itu menunjukkan bahwa vaksin Johnson & Johnson akan diberikan kepada mereka yang berusia 66 tahun ke atas, bersama dengan vaksin Pfizer dan Moderna.

Spanyol menjadi salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi virus corona, dengan 3,3 juta infeksi dan 75.000 lebih kematian COVID-19.

Sumber: Reuters

Pewarta : Asri Mayang Sari
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024