Polisi gerebek kampung narkoba di Palembang
Senin, 12 April 2021 13:23 WIB
Barang bukti narkoba yang diamankan oleh BNN dari hasil pengungkapan di wilayah perairan Kampung Jekik, Desa Giliran Dusun 3 Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (23/1/2021) (ANTARA/HO-Badan Narkotika Nasional)
Palembang (ANTARA) - Tim gabungan kepolisian menangkap 59 pria dan enam wanita serta menyita berbagai barang bukti dalam penggerebekan di kawasan Tangga Buntung Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang yang dikenal sebagai kampung narkoba.
Penggerebekan yang dipimpin Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menerjunkan 150 personil gabungan Polda, Brimob, Polairud dan Polres pada Minggu pagi dengan menyasar berbagai lorong di kawasan tersebut.
Para personil sempat dihujani letusan petasan saat mulai menggerebek, selain itu beberapa pemuda berupaya melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Musi meski akhirnya dapat ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Palembang.
"Barang bukti yang diamankan ada 1,5 kilogram sabu-sabu," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Hendri saat merilis hasil penggerebekan di Polrestabes Palembang.
Selain itu tim gabungan juga menyita berbagai barang bukti lainnya seperti alat hisap bong, walkie talkie (HT), kamera pengawas, timbangan digital, dua unit mobil, petasan, cuka parah, puluhan unit ponsel dan senjata tajam.
Eko menjelaskan penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan-laporan masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut serta kerap menimbulkan kriminalitas. Menurutnya polisi pasti bertindak tegas terhadap semua pengedar narkoba.
Ia meminta masyarakat terus melaporkan aktifitas terkait narkoba agar peredaran barang haram tersebut bisa dibasmi hingga ke akar-akarnya, ia juga mengimbau masyarakat yang masih terlibat narkoba agar segera berhenti mengkonsumsi narkoba.
Sementara Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menambahkan warga yang telah ditangkap tersebut kan diperiksa secara intensif untuk pengembangan, terutama penelusuran jaringan narkoba.
"Dalam operasi ini ada dua target yang kami kejar dan keduanya juga ikut ditangkap," katanya.
Penggerebekan yang dipimpin Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menerjunkan 150 personil gabungan Polda, Brimob, Polairud dan Polres pada Minggu pagi dengan menyasar berbagai lorong di kawasan tersebut.
Para personil sempat dihujani letusan petasan saat mulai menggerebek, selain itu beberapa pemuda berupaya melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Musi meski akhirnya dapat ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Palembang.
"Barang bukti yang diamankan ada 1,5 kilogram sabu-sabu," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Hendri saat merilis hasil penggerebekan di Polrestabes Palembang.
Selain itu tim gabungan juga menyita berbagai barang bukti lainnya seperti alat hisap bong, walkie talkie (HT), kamera pengawas, timbangan digital, dua unit mobil, petasan, cuka parah, puluhan unit ponsel dan senjata tajam.
Eko menjelaskan penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan-laporan masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di wilayah tersebut serta kerap menimbulkan kriminalitas. Menurutnya polisi pasti bertindak tegas terhadap semua pengedar narkoba.
Ia meminta masyarakat terus melaporkan aktifitas terkait narkoba agar peredaran barang haram tersebut bisa dibasmi hingga ke akar-akarnya, ia juga mengimbau masyarakat yang masih terlibat narkoba agar segera berhenti mengkonsumsi narkoba.
Sementara Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra menambahkan warga yang telah ditangkap tersebut kan diperiksa secara intensif untuk pengembangan, terutama penelusuran jaringan narkoba.
"Dalam operasi ini ada dua target yang kami kejar dan keduanya juga ikut ditangkap," katanya.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kalteng ringkus dua tersangka pengedar dengan 3 kg sabu dan 400 ekstasi
16 April 2026 6:30 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB