Jakarta (ANTARA) - Pemilik restoran NUSA Indonesian Gastronomy Meilati Batubara mengungkap sejumlah makanan khas kawasan Wallacea yang bisa jadi ide berbuka puasa di bulan Ramadhan kali ini.

"Pada dasarnya kuliner dari kawasan Wallacea memiliki makanan yang berbahan khas misalnya dari kacang kenari, sagu, jagung pulut, asam patikala, ketam kenari dan rempah-rempah," kata Mei pada Minggu, dalam webinar "Jelajah Alam dan Kuliner Wallacea" dalam rangka memperingati pelestarian budaya kuliner global World Food Travel Day yang jatuh setiap tanggal 18 April.

Wallacea adalah kawasan biogeografis yang mencakup kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Nama kawasan Wallacea diambil dari peneliti naturalis Inggris Alfred Russel Wallace yang membuat catatan soal keragaman hayati di wilayah tersebut. Keragaman hayati kawasan Wallacea yang berbeda dari Indonesia Barat dan Timur membuat peneliti menciptakan garis imajiner yang membedakan keragaman fauna di tiga wilayah Indonesia. Untuk mengenang Wallace, garis imajiner untuk keragaman hayati di Indonesia Tengah dinamakan garis Wallacea.

Baca juga: Coba masakan dari chef Maroko di pekan pertama Ramadan

Baca juga: Foodizz buka Sekolah Bisnis Kuliner, hadir di Bandung

Berikut beberapa kuliner khas Wallacea menurut istri Chef Ragil Imam Wibowo tersebut:

1. Kapurung
Kapurung adalah hidangan khas suku Bugis dan umum didapatkan di Sulawesi Selatan (Luwu). Kapurung terbuat dari bubur sagu yang disajikan dengan kuah ikan atau ayam serta sayur dan jagung.

2. Pa'piong
Pa'piong adalah hidangan khas suku Torajayang menggunakan bahan daging, daun jeruk, nangka muda, batang pohon pisang dan rempah.

3. Ikan Parede
Ikan parede adalah kuliner ikan yang dimasak dengan mangga muda, kunyit, cabe dan asam patikala (buah dari kecombrang).

4. Ilabulo
Ilabulo adalah hidangan khas Gorontalo yang terbuat dari hati atau ampela ayam dengan tepung sagu, pisang sepatu, santan dan bumbu.

5. Sayur Putungo
Sayur Putungo terbuat dari jantung pisang yang ditambahkan dengan ikan, kelapa dan rempah-rempah.

6. Barrobbo
Barrobbo adalah bubur khas Manado terbuat dari jagung, beras, aneka sayur dan santan. Semua bahan dimasak bersama sampai menjadi bubur.

7. Gatang Kenari
Gatang Kenari adalah hidangan yang menggunakan kepiting kenari yang sudah cukup langka dimasak menggunakan bumbu cabai dan rempah.

8. Sayur Garu
Sayur garu adalah sayur khas Maluku Utara yang terbuat dari daun ubi, jantung pisang dan bunga pepaya.

9. Kue Bagea
Kue ini adalah kue khas Maluku Utara tepatnya Wakatobi yang menggunakan bahan dasar utama tepung sagu, kenari, kayu manis, cengkeh dan gula.

10. Jukut Ares
Jukut ares adalah hidangan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) tepatnya dari Lombok. Hidangan ini terbuat dari batang pisang yang dimasak dengan santan, cabai, bawang, terasi dan laos.

11. Jagung Bose
Ini adalah hidangan khas Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang berupa bubur yang terbuat dari jagung, kacang merah, dan kacang tenah serta bertabur bumbu rempah.

12. Se'i
Se'i sebenarnya adalah hidangan khas Pulau Rote berupa daging asap yang sebelumnya dibumbui dengan bumbu seperti bawang merah dan bawang putih serta garam. Daging lantas direndam selama satu malam lalu diasap sampai matang.

 

Pewarta : Ida Nurcahyani
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024