Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat, mengatakan bahwa kepolisian akan melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.
"Iya, dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut," ujar Argo.
Penjualan data KTP dan foto selfie milik orang lain di Twitter membuat resah warganet dan masyarakat umum.
Dikutip dari akun Twitter milik recehvasi membuat unggahan dengan narasi: "Data dan fotomu bisa dijual oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Waspadalah."
Dalam unggahan itu, akun recehvasi menampilkan foto unggahan salah satu akun berisi gambar sejumlah foto KTP dan foto selfie yang disensor nama serta wajahnya.
Foto KTP dan selfie yang diunggah tidak diketahui siapa pemiliknya. Namun, narasi dalam unggahan tersebut tertulis: "Ready KTP selfie HD minat PM aja bahan masih fresh."
Kasus kebocoran data pribadi akhir-akhir ini kian marak terjadi. Sebelum kebocoran peserta BPJS Kesehatan, disdukcapil di tiga daerah seperti Bogor dan Sukabumi.
Baca juga: Dirjen Dukcapil: Tidak ada jenis kelamin waria di KTP elektronik
Baca juga: Ratusan juta data penduduk Indonesia diperjualbelikan
Baca juga: Yang harus dilakukan jika data pribadi bocor di internet
Polisi selidiki jual beli data KTP dan foto 'selfie' di twitter
Jumat, 25 Juni 2021 14:30 WIB
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa (11/5/2021). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/am.)
Jakarta (ANTARA) - Polri menindaklanjuti informasi terkait dengan data KTP dan foto selfie (swafoto) dijual belikan di akun Twitter dengan menyelidiki terhadap informasi tersebut.
Pewarta : Laily Rahmawati
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB