Logo Header Antaranews Kalteng

ASN Kotim diimbau beli beras Bulog untuk jaga stabilitas harga

Selasa, 3 Februari 2026 09:47 WIB
Image Print
Penjabat Sekda Kotim Umar Kaderi menyampaikan terkait imbauan pembelian beras Bulog bagi ASN setempat, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Devita Maulina.

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menerbitkan surat edaran (SE) agar setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan setempat membeli beras produksi Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan daerah.

“Imbauan tersebut tertuang dari SE Bupati Kotim Nomor:500/035/SETDA.EK/1/2026 yang ditandatangani pada 20 Januari 2026 lalu, agar seluruh ASN bisa membeli beras dari Bulog,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Selasa.

Umar menjelaskan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 06 Tahun 2025 tentang Pengadaan Dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Sesuai SE tersebut, Perum Bulog Cabang Kotim terus meningkatkan serapan gabah atau beras dari petani lokal.

Pemkab Kotim pun turut mendukung optimalisasi serapan gabah oleh Perum Bulog Cabang Kotim dengan mengajak seluruh ASN membeli beras dari Bulog yang di sisi lain juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

“Untuk itu kami minta kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk camat agar bisa menggerakkan ASN di lingkungan masing-masing, baik itu yang PNS maupun PPPK, agar membeli dan memanfaatkan beras dari Bulog, baik di kantor cabang maupun melalui mitra resmi,” pungkasnya.

Baca juga: Peningkatan kompetensi guru jadi perhatian Disdik Kotim

Kepala Perum Bulog Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa beras yang ditawarkan kepada para ASN bukanlah stok beras PSO (Public Service Obligation) atau beras yang diserap dari petani, melainkan jenis beras komersial.

“Jenis beras yang kami tawarkan ke ASN adalah beras komersial. Jadi secara tidak langsung, ini tidak berkaitan dengan jumlah stok beras PSO yang banyak di gudang kami saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, langkah ini bertujuan mempromosikan beras komersial yang memiliki standar kualitas premium, tidak kalah dengan beras yang dijual di pasaran, tetapi dengan harga yang terbilang masih terjangkau, yakni Rp15.400 per kilogram, sehingga stabilitas harga beras tetap terjaga.

Sehubungan dengan kerjasama dengan pemerintah daerah ini, Bulog Kotim berencana untuk mendatangi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membicarakan teknis pemesanan dan penyaluran beras bagi para pegawai.

Hal ini sesuai dengan mandat surat edaran yang menyerahkan teknis pelaksanaan kepada masing-masing dinas. Bulog berkomitmen menyediakan komoditas berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Kami akan berkoordinasi langsung dengan para kepala dinas. Intinya, Bulog siap menyiapkan beras premium dan medium dengan harga lebih murah dari pasaran umum,” demikian Fuad.

Baca juga: DPRD Kotim usulkan skema konsorsium perbaiki jalan di Mirah

Baca juga: Bupati Kotim sampaikan aspirasi GPPI terkait kemudahan regulasi

Baca juga: Resmi nakhodai Diskominfo Kotim, Cok Orda siapkan terobosan 100 hari



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026