Logo Header Antaranews Kalteng

Resmi nakhodai Diskominfo Kotim, Cok Orda siapkan terobosan 100 hari

Senin, 2 Februari 2026 20:29 WIB
Image Print
Serah terima jabatan dan aset Kepala Diskominfo Kotim, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Resmi menakhodai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Cok Orda Putra Legawa menyiapkan sejumlah terobosan pada 100 hari pertama menjabat, mulai dari pembenahan situs web hingga penanganan blankspot.

“Hari ini kami melaksanakan serah terima jabatan Diskominfo Kotim. Kami berharap dengan kepemimpinan baru ada perubahan-perubahan dan inovasi terkait komunikasi publik, sehingga citra positif daerah bisa tersampaikan dan dimanfaatkan masyarakat, ” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi di Sampit, Senin.

Estafet kepemimpinan di Diskominfo Kotim resmi berganti dengan dilaksanakannya serah terima jabatan antara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kotim Adi Candra kepada Kepala Diskominfo Kotim yang baru Cok Orda Putra Legawa.

“Berbagai terobosan yang dilakukan selama masa transisi ini telah memberikan dampak signifikan bagi kelangsungan organisasi dan penyampaian informasi pembangunan,” ucapnya.

Ia menekankan, Diskominfo merupakan garda terdepan dalam membangun citra positif daerah di mata masyarakat. Untuk itu, pemimpin baru diharap dapat memberikan warna serta inovasi segar guna memastikan roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan stabil.

Terkait efisiensi anggaran yang tengah dihadapi daerah, Umar mengingatkan keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk kendur dalam bekerja. Pejabat baru mampu menyelesaikan berbagai persoalan melalui penilaian matang dari panitia seleksi.

Baca juga: Pimpin DPKP Kotim, Yephi usung penerapan digitalisasi bidang pertanian

Sosok Cok Orda Putra Legawa memang sudah tak asing bagi birokrasi daerah Kotim. Pria kelahiran Barito Utara, 20 Februari 1976 ini meraih gelar sarjana jurusan Perencanaan Pengembangan Wilayah di di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dilanjutkan dengan gelar magister dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Aarhus University, Denmark, dalam bidang Coastal and Marine Resources Management.

Cok Orda juga cukup aktif mengikuti training atau kursus untuk menambah wawasan dan keterampilannya. Salah satunya Digital Leadership Academy - National University of Singapore dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada 2022.

Kemudian, pada 2007 ia meraih Juara 2 Pengucapan Panca Prasetya Korpri Kotim, lalu 2019 Juara 1 Nasional Kompetisi Inovasi Pasca Diklat Kepemimpinan (SINOPADIK) Alumni Diklatpim III dan pada 2022, ia menyandang predikat sebagai PNS Berprestasi Kalteng.

Pendidikan, rekam jejak dan prestasi yang diraihnya selama ini menjadi bekal yang memadai untuk memimpin corong informasi pemerintah daerah setempat.

Menjawab tantangan di tengah efisiensi anggaran, Kepala Diskominfo Kotim yang baru, Cok Orda Putra Legawa menyampaikan program 100 hari kerjanya. Fokus utamanya adalah membenahi website Pemkab Kotim yang dinilai tertinggal dalam pembaruan data sejak November 2025.

“Target utama kami adalah membenahi situs web atau website Pemkab Kotim agar data yang disajikan up to date, valid dan berkelanjutan. Ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai perkembangan daerah,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Kotim tegaskan dukung penuh program strategis nasional

Selain masalah data, pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Litbang di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim ini menyoroti infrastruktur jaringan, terutama di wilayah utara yang masih terisolir.

Berdasarkan data yang ia terima, per April 2025 masih terdapat lima desa yang mengalami blank spot atau tidak terjangkau atau memiliki sinyal komunikasi sangat lemah, sehingga validasi lapangan akan segera dilakukan bersama dinas terkait.

“Kami akan cek validasi data blank spot ini di lapangan, kami juga menerima data dari DPMD mengenai indeks desa membangun, jadi ini akan menjadi kombinasi data untuk melakukan validasi dan verifikasi mengenai infrastruktur jaringan untuk desa-desa blank spot di Kotim,” jelasnya.

Kemudian, untuk mengatasi kendala listrik di desa terpencil, Diskominfo berencana menggunakan teknologi Starlink yang dipadukan dengan solar cell, khususnya bagi wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) maupun PLN.

Cok Orda juga menekankan pentingnya kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menginput data sektoral ke Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Hal ini krusial karena kelengkapan data sangat mempengaruhi perencanaan program serta alokasi anggaran dinas terkait.

“Data yang tidak lengkap akan berpengaruh terhadap anggaran. Jika indikator tidak terpenuhi, dinas bisa tidak mendapat anggaran karena sistem sudah berbasis online. SIPD adalah 'kitab' kita, termasuk untuk pemantauan MCP KPK,”tambahnya.

Saat ini, capaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MSCP) KPK Kotim berada di angka 81,43. Ia berkomitmen meningkatkan nilai melalui kedisiplinan pengunggahan data pada delapan aspek penilaian yang dipersyaratkan oleh lembaga tersebut.

Disamping itu, ia menyatakan akan merangkul pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital.

“Dengan kolaborasi dengan perusahaan di sekitar desa terdampak diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses informasi di seluruh Kotim,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo Kotim sebelumnya, Adi Candra, yang kini kembali fokus menjabat sebagai Sekretaris Dinas, menyatakan kesiapannya mendukung penuh kepemimpinan baru.

Ia menyebut selama tiga bulan terakhir, tim Diskominfo telah menunjukkan kesolidan luar biasa. Selama masa transisi, beberapa terobosan telah dilakukan seperti kegiatan Coffee Morning bersama awak media dan optimalisasi ruang podcast sebagai sarana informasi publik yang efektif.

“Saya yakin Kepala Diskominfo yang baru akan membawa perubahan lebih baik. Sebagai Sekretaris, saya siap membantu melalui bidang kesekretariatan agar komunikasi internal tetap efektif,” demikian Adi Candra.

Baca juga: Dinkes Kotim perluas jangkauan CKG kejar target 46 persen

Baca juga: BKPSDM Kotim tegaskan ASN pelaku penganiayaan bakal kena sanksi disiplin



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026