Jakarta (ANTARA) - Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan Terios dan Xenia mengalami proses inden yang cukup panjang imbas penurunan produksi yang terjadi pada Juli.
"Terios inden di luar kota itu bisa 4 sampai 5 bulan. Saya minta maaf dalam hal ini sungguh sebenarnya satu kesedihan tidak bisa memenuhi harapan konsumen. Xenia juga indennya panjang banget," ujar Amelia dalam jumpa media yang digelar Jumat (20/8).
Amelia menjelaskan pada bulan Juli pihaknya menurunkan jumlah produksi untuk mematuhi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pada periode tersebut, kata dia, ADM memangkas shift kerja dari semula dua shift menjadi satu shift.
"Bulan lalu kami menerapkan sangat ketat PPKM itu dengan mengurangi shift yang tadinya dua shift menjadi satu shift, sehingga hasil produksi Daihatsu bulan lalu drop cukup besar, karena Daihatsu menerapkan protokol," kata dia.
"Sehingga hasil produksi ADM bulan lalu drop cukup besar dan berdampak pada inden-inden produk-produk Daihatsu terutama yang ada diskon PPnBM (Pajak Penjualan atas barang Mewah)," tambah dia.
Namun, Amel mengatakan saat ini ADM telah kembali menggenjot produksi mereka dengan mengembalikan alur kerja menjadi dua shift. Meski begitu, kata dia, hal tersebut tidak serta merta langsung memenuhi sisa inden.
Amel menyebut terdapat faktor lain yang membuat proses produksi ADM masih tersendat, yakni ketersediaan parts dari supplier, termasuk yang berasal dari luar negeri.
"Nah yang dari luar ini sedikit memang, tetapi tetap saja tanpa parts Itu mobil tidak jadi," ucap Amel.
Terios dan Xenia inden panjang
Sabtu, 21 Agustus 2021 14:41 WIB
Daihatsu All-new Terios. (ANTARA/ADM)
Pewarta : F017
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masalah air bag, Daihatsu tarik kembali 1.210 unit model All New Xenia dan Rocky
09 June 2023 13:23 WIB, 2023
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB