Logo Header Antaranews Kalteng

KEK Mandalika catat investasi Rp5,96 triliun

Sabtu, 17 Januari 2026 14:06 WIB
Image Print
Sejumlah wisatawan asing menikmati suasana pantai Kuta, KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Kamis  (16/10/2025). Pulau Lombok Provinsi NTB berhasil meraih peringkat kedua sebagai Pulau Terbaik di Asia dalam ajang bergengsi Readers' Choice Awards 2025 yang diselenggarakan oleh majalah perjalanan terkemuka Condé Nast Traveller berdasarkan penilaian pembaca dimana Lombok mampu memberikan pengalaman berlibur yang lebih autentik, berkesan dan berkualitas dengan skor 94,86 poin.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Lombok Tengah (ANTARA) - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyebutkan realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 2025 mencapai Rp5,96 triliun.

"Jumlah investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi Rp5,96 triliun," kata Kepala Administrator KEK Mandalika Bambang Wicaksono di Lombok Tengah, Sabtu.

Ia mengatakan jumlah investor yang masuk di KEK Mandalika tercatat sebanyak 34 investor, termasuk investor asal Spanyol yang akan berinvestasi dengan nilai anggaran Rp54 miliar untuk membangun akomodasi vila.

"Yang telah melakukan perjanjian kerja sama itu sebanyak 34 investor, dengan total investasi semua Rp5,96 triliun," katanya.

Kondisi ini merupakan kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata di Indonesia.

Selain itu, pertumbuhan investasi tersebut dapat memperkuat konektivitas pengembangan pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kondisi ini akan terus bergerak ke depan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Komersial ITDC Febrina Meidiana, menerangkan bahwa masuknya investasi ini merupakan cerminan kepercayaan investor asing, terhadap prospek pengembangan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan," katanya .

Ia mengatakan kehadiran investor asal Spanyol di awal 2026 ini juga memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global.

"Nilai investasi yang direalisasikan investor asal Spanyol itu Rp54,17 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan di Lot KGH1 dan KGH2," katanya.

Febrina menambahkan bahwa dalam pengembangan proyek, ITDC selalu mengacu pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku di The Mandalika.

ITDC memastikan kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, yakni dengan tetap menjaga kepentingan jangka panjang kawasan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“ITDC berharap pengembangan vila ini tak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” katanya.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026