Harga minyak kembali melonjak
Selasa, 24 Agustus 2021 8:43 WIB
Ilustrasi - Miniatur pompa sumur minyak cetak 3D terlihat di depan grafik stok yang ditampilkan dan logo OPEC (14/4/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa.
New York (ANTARA) - Harga minyak melonjak pada hari Senin, menyusul penurunan tajam pada minggu sebelumnya di tengah kekhawatiran atas permintaan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 3,5 dolar AS, atau 5,6 persen, menjadi menetap di 65,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 3,57 dolar, atau 5,5 persen, menjadi ditutup pada 68,75 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
"Harga minyak memulai perdagangan pada pekan yang baru dengan kenaikan yang signifikan, setelah pekan yang sangat suram yang membuat Brent dan WTI turun masing-masing 8 persen dan 9 persen - kerugian mingguan paling substansial dalam hampir sepuluh bulan," Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Senin.
Untuk pekan yang berakhir Jumat, patokan minyak mentah AS jatuh 8,9 persen, sementara Brent merosot 7,7 persen.
"Kami menganggap pelemahan harga ini berlebihan dan percaya hal itu lebih berkaitan dengan psikologi pelaku pasar daripada dengan penurunan data fundamental," kata Fritsch, dan menambahkan, dalam beberapa minggu mendatang akan terungkap apakah pembatasan perjalanan yang diberlakukan kembali di beberapa negara Asia-Pasifik, “akan benar-benar berdampak pada permintaan bahan bakar seperti yang ditunjukkan oleh kinerja harga minggu lalu."
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 3,5 dolar AS, atau 5,6 persen, menjadi menetap di 65,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 3,57 dolar, atau 5,5 persen, menjadi ditutup pada 68,75 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.
"Harga minyak memulai perdagangan pada pekan yang baru dengan kenaikan yang signifikan, setelah pekan yang sangat suram yang membuat Brent dan WTI turun masing-masing 8 persen dan 9 persen - kerugian mingguan paling substansial dalam hampir sepuluh bulan," Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Senin.
Untuk pekan yang berakhir Jumat, patokan minyak mentah AS jatuh 8,9 persen, sementara Brent merosot 7,7 persen.
"Kami menganggap pelemahan harga ini berlebihan dan percaya hal itu lebih berkaitan dengan psikologi pelaku pasar daripada dengan penurunan data fundamental," kata Fritsch, dan menambahkan, dalam beberapa minggu mendatang akan terungkap apakah pembatasan perjalanan yang diberlakukan kembali di beberapa negara Asia-Pasifik, “akan benar-benar berdampak pada permintaan bahan bakar seperti yang ditunjukkan oleh kinerja harga minggu lalu."
Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog tindaklanjuti mandat pemerintah, jaga stabilitas harga minyak goreng di Kalteng
05 February 2026 11:29 WIB
Manfaat kesehatan minyak esensial dapat dioptimalkan melalui teknik racikan yang tepat
02 February 2026 0:12 WIB
Terpopuler - Pertambangan
Lihat Juga
Akademisi: Pertumbuhan ekonomi di Kalteng diperkirakan mencapai 6,03 persen
16 February 2026 21:24 WIB
MedcoEnergi perkuat pengurangan emisi metana melalui nitrogen gas blanketing
04 February 2026 7:38 WIB