
Bulog Kotim pastikan stok minyak goreng subsidi aman selama Ramadhan

Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjamin ketersediaan stok minyak goreng subsidi bermerek Minyakita dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Untuk stok Minyakita kami saat ini ada 8.000 dus, stok itu sudah mencukupi untuk Ramadhan dan stoknya itu bergerak terus, dari produsen pun masuk terus,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Rabu.
Fuad menyampaikan, bahwa distribusi minyak goreng dari pihak produsen telah kembali stabil. Dalam sepekan terakhir, aliran stok dari pabrik mulai mengalir normal untuk mendukung ketersediaan di pasar-pasar tradisional.
Saat ini stok Minyakita yang dikuasai Bulog Kotim ada kurang lebih 8.000 dus yang masing-masing berisi 12 liter minyak goreng, sehingga total ada sekitar 96.000 liter minyak goreng yang siap disalurkan ke pasaran.
Stok ini akan terus bergerak, karena Bulog Kotim rutin menyuplai ke pasaran dan dari pihak produsen juga terus memasok ke Bulog.
Bulog Kotim menyuplai sekitar 30 mitra pedagang di Pasar Keramat yang menjadi titik pencatatan SP2KP Kemendag. Sementara di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) menjangkau sekitar enam hingga tujuh pedagang.
“Untuk distribusi harian, rata-rata kami menyalurkan kurang lebih 800 dus Minyakita kepada para pedagang mitra,” imbuhnya.
Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup cabut sanksi administratif pengelolaan sampah di Kotim
Menyikapi isi kelangkaan minyak goreng subsidi di lapangan, Fuad memberikan klarifikasi. Ia menyebut stok Minyakita tersedia, namun memang ada kendala dari sisi penyaluran ke pedagang.
Ia menjelaskan bahwa persyaratan bagi pedagang memang cukup ketat sesuai ketentuan Permendag, yakni wajib memiliki NIB, NPWP, serta menginput data ke sistem Simirah. Aturan ini oleh sebagian pedagang dianggap ribet, meski begitu Bulog tetap berkomitmen memberikan edukasi kepada para pedagang.
“Pada prinsipnya, terhadap pedagang yang sudah lengkap persyaratannya itu kami suplai minyak goreng secara rutin, maka dari itu kami terus mendorong pedagang agar melengkapi persyaratan yang diperlukan,” tegasnya.
Mengenai harga, Bulog Kotim menjual Minyakita ke pedagang dengan harga Rp14.500 per liter. Dengan skema tersebut, pedagang wajib menjual kembali ke masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp15.700 per liter.
Guna menekan potensi kenaikan harga di pasar, Bulog Kotim bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kotim merencanakan operasi pasar penyeimbang. Program ini akan digelar di kawasan eks Pasar Mentaya yang digelar hampir setiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu, sampai menjelang Lebaran.
Selain minyak goreng, Bulog Kotim juga membantu memasok gula pasir yang juga mengalami kelangkaan di pasaran, walaupun stoknya tidak banyak, sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP) adalah Rp 17.500 per kilogram
Lalu, ada juga beras SPHP dengan HET Rp56.600 untuk kemasan 5 kilogram.
“Kami sudah merencanakan pasar penyeimbang bersama dinas terkait, untuk membantu intervensi harga dan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” demikian Fuad.
Baca juga: Reses dapil IV DPRD Kotim tampung 107 usulan masyarakat
Baca juga: Bulog Kotim proyeksikan pembangunan gudang modern dan IPP pada 2027
Baca juga: Pemkab Kotim optimistis perputaran uang di Pasar Ramadhan tembus Rp3,5 miliar
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
