
Target penyerapan gabah Bulog Kotim meningkat jadi 16 ribu ton

Sampit (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menargetkan penyerapan gabah kering panen (GKP) sebanyak 16.000 ton pada 2026, jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 14.000 ton.
“Untuk tahun ini, kami memang ada kenaikan target penyerapan gabah dibanding 2025 lalu yang 14.000, untuk tahun ini target kami menjadi 16.000 ton dari tiga titik sentral produksi yang berada di wilayah kerja kami,” kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Selasa.
Fuad menjelaskan, kenaikan target penyerapan GKP ini selaras dengan instruksi Kementerian Pertanian. Pasalnya, secara nasional target penyerapan GKP pun meningkat dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton setara beras.
Peningkatan target ini didorong oleh keberhasilan program cetak sawah baru yang diinisiasi pemerintah pada 2025. Penambahan luas tanam tersebut secara otomatis berdampak pada volume panen yang diprediksi akan jauh lebih banyak.
Sementara itu, di wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Kotim terdapat tiga sentral produksi, yakni Kelurahan Pegatan Kabupaten Katingan, Desa Lampuyang Kabupaten Kotim dan Kelurahan Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.
Proses penyerapan di lapangan masih terus berjalan. Wilayah Pegatan menjadi penyumbang terbesar sementara ini dengan total 3.000 ton lantaran wilayah tersebut tengah memasuki musim panen sejak akhir Januari lalu, disusul wilayah Lampuyang yang menyumbang sekitar 500 ton.
“Adapun, stok beras di gudang kami saat ini ada sekitar 6.200 ton. Sedangkan, gabah yang diserap sekarang masih di gudang mitra untuk proses giling sebelum nantinya dikirim ke gudang Bulog,” jelas Fuad.
Baca juga: DKUKMPP Kotim sidak ke SPBE tindak lanjuti isu kelangkaan elpiji
Terkait harga, Bulog masih konsisten menggunakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini dinilai sangat kompetitif dan berhasil memicu semangat petani untuk kembali menggarap lahan-lahan tidur.
“Informasi dari Kades Regei Lestari dan Kades Lampuyang setelah musim panen itu banyak petani yang beli motor baru atau kredit pikap. Ini menandakan adanya pertambahan nilai ekonomi bagi mereka sehingga semangat menanam dan luasan tanam pun bertambah,” bebernya.
Kendati begitu, Bulog Kotim memperkirakan tidak 100 persen hasil panen petani bisa diserap, minimal hanya sekitar 50 persen saja.
Hal ini mempertimbangkan fakta bahwa sebagian petani biasanya menyimpan hasil panen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Selain itu, ia tidak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama terkait keterikatan petani dengan pengepul luar. Namun, dengan harga yang stabil, Bulog optimistis target tahun ini dapat tercapai demi menjaga ketahanan pangan daerah.
“Walau kami tidak memiliki data resminya terkait petani yang menjual ke pengepul tapi saya yakin masih ada. Tapi kami tetap optimis, dengan semangat menanam yang meningkat dan luasan yang bertambah target tersebut bisa tercapai,” demikian Fuad.
Baca juga: DPRD Kotim dorong peningkatan penataan perkotaan hingga layanan dasar
Baca juga: Bayar pajak di Kotim kini bisa lewat marketplace
Baca juga: Pemerintah desa di Kotim bisa gunakan Dana Desa untuk lindungi pekerja rentan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
