Logo Header Antaranews Kalteng

Pertamina: Stok BBM di Kalimantan terus terjaga dalam kondisi aman

Sabtu, 7 Maret 2026 13:19 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas operator SPBU melayani pengisian BBM, Palangka Raya, Jumat (31/10/2025). ANTARA/Muhammad Arif Hidayat

Palangka Raya (ANTARA) - Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga Edi Mangun mengatakan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah regional Kalimantan terus terjaga dalam kondisi aman.

Edi dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying).

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan," pintanya.

Menurutnya dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM.

"Pembelian yang tidak wajar akan berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya berjalan normal," ucapnya.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha dan perekonomian nasional tetap terpenuhi dengan baik.

Pertamina Patra Niaga juga akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat serta memastikan langkah strategis yang perlu dilakukan, dalam menjaga keamanan pasokan energi dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Pemprov Kalteng kembali hadirkan mudik gratis sambut Idul Fitri 1447 Hijriah

Sementara itu Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Stok BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok atau pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional, guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan pasokan operasional dimaksud adalah pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” jelasnya.

Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Baca juga: Gubernur Kalteng gandeng 36 perguruan tinggi wujudkan 'Satu Rumah Satu Sarjana'

Baca juga: ANTARA-Pemprov Kalteng kolaborasi optimalkan diseminasi pembangunan

Baca juga: Kementerian PPN puji Program D1 Vokasi inisiasi Gubernur Kalteng cegah ketidakcocokan tenaga kerja

Baca juga: Indonesia negosiasi untuk bebaskan 2 kapal Pertamina di Selat Hormuz

Baca juga: 200 kapal tanker terjebak di pintu masuk Selat Hormuz



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026