
Starbucks dan Dunkin kurangi kadar gula minuman

Jakarta (ANTARA) - Gerai cepat saji seperti Dunkin’ dan Starbucks, yang memiliki menu minuman sangat manis, diharapkan untuk menyajikan kadar gula yang aman bagi kesehatan.
“Kami akan meminta Dunkin’ Donuts dan Starbucks menunjukkan data keamanan yang membuktikan bahwa seorang remaja putri aman meminum es kopi dengan 115 gram gula di dalamnya,” ujar Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr. dalam acara bertema Eat Real Food di Texas, dilansir dari Boston, Selasa (10/3) waktu setempat.
Gubernur Massachusetts Maura Healey sempat menanggapi permintaan Menkes AS tersebut dengan sebuah meme (gambar olok-olok) di media sosial.
Namun Kennedy bereaksi lagi, mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud melarang konsumsi kopi di gerai tersebut secara total melalui penjelasan tambahan di platform X.
“Tidak ada yang melarang Dunkin’ Anda, namun bukankah masuk akal untuk menanyakan apakah minuman dengan 180 gram gula itu aman?” tulis Kennedy.
Data nutrisi internal milik Dunkin’, menurut laporan tersebut, menjadi basis data yang mendorong menteri kesehatan untuk mempertanyakan kadar gula yang sebenarnya.
Varian minuman kopi beku rasa mentega pekan (Butter Pecan Swirl Frozen Coffee) dan karamel krim (Caramel Creme Frozen Coffee) ukuran besar dilaporkan mengandung 172 gram gula.
Sebanyak 40 jenis minuman pada menu juga memenuhi tolok ukur awal Kennedy sebesar 115 gram gula. Seluruh minuman tersebut masuk dalam kategori minuman beku atau minuman campur (blended beverages).
Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) menyarankan batas konsumsi gula tambahan yang sangat ketat bagi kesehatan.
Pria disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 36 gram atau sembilan sendok teh gula tambahan per hari.
Wanita disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 25 gram atau enam sendok teh gula tambahan dalam sehari.
Sebagai perbandingan, satu gelas minuman kopi ukuran besar dengan tambahan krim dan gula sudah mengandung 36 gram gula.
Panduan nutrisi di negara bagian AS itu bahkan membahas konsumsi nol gula tambahan untuk anak berusia di bawah 11 tahun guna menekan angka obesitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara meluas.
Pewarta : -
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
