Langgar prokes saat PTM, Disdik bina SDN di daeah ini
Rabu, 8 September 2021 22:52 WIB
Ilustrasi - Pelaksanaan PTM di SMPIT Al-Khair Barabai (Antaranews Kalsel/M Taupik Rahman)
Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan, masuk kategori pembinaan lantaran melanggar protokol kesehatan pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tahap satu sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di sekolah tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Ramdani saat ditemui di Jakartai, Rabu mengatakan pembinaan tidak hanya dilakukan kepada guru maupun peserta didik, namun juga kepada para orang tua siswa.
Adapun pelaksanaan PTM di SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan dihentikan pada Sabtu,(4/9) karena melanggar prokes saat pembelajaran berlangsung di ruangan kelas.
Agus Ramdani memastikan seluruh warga sekolah termasuk para orang tua peserta didik mengikuti evaluasi sebelum dibuka kembali.
"Masih dalam proses pembinaan karena melanggar protokol kesehatan. Jadi saat ini sedang dilalukan evaluasi termasuk orang tua siswa," kata Agus Ramdani.
Agus menambahkan bahwa hingga pekan kedua PTM di Jakarta, pihaknya belum menemukan sekolah lain yang melanggar protokol kesehatan.
Untuk memastikan hal itu tetap berlangsung, kata Agus, Disdik DKI memperketat pengawasan setiap sekolah saat PTM.
"Sementara ini belum mudah-mudahan semua bisa menjaga prokes ini secara baik. Sekali lagi Pemprov DKI sangat mengutamakan keselamatan peserta didik," ujar dia.
Ia berharap masyarakat umum turut mengawasi aktivitas sekolah guna mendukung pencegahan penyebaran COVID-19.
"Pertama perlu dukungan seluruh pihak-pihak, baik orang tua para guru dan tentunya masyarakat untuk mengawasi," tutur Agus.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Ramdani saat ditemui di Jakartai, Rabu mengatakan pembinaan tidak hanya dilakukan kepada guru maupun peserta didik, namun juga kepada para orang tua siswa.
Adapun pelaksanaan PTM di SDN 05 Jagakarsa, Jakarta Selatan dihentikan pada Sabtu,(4/9) karena melanggar prokes saat pembelajaran berlangsung di ruangan kelas.
Agus Ramdani memastikan seluruh warga sekolah termasuk para orang tua peserta didik mengikuti evaluasi sebelum dibuka kembali.
"Masih dalam proses pembinaan karena melanggar protokol kesehatan. Jadi saat ini sedang dilalukan evaluasi termasuk orang tua siswa," kata Agus Ramdani.
Agus menambahkan bahwa hingga pekan kedua PTM di Jakarta, pihaknya belum menemukan sekolah lain yang melanggar protokol kesehatan.
Untuk memastikan hal itu tetap berlangsung, kata Agus, Disdik DKI memperketat pengawasan setiap sekolah saat PTM.
"Sementara ini belum mudah-mudahan semua bisa menjaga prokes ini secara baik. Sekali lagi Pemprov DKI sangat mengutamakan keselamatan peserta didik," ujar dia.
Ia berharap masyarakat umum turut mengawasi aktivitas sekolah guna mendukung pencegahan penyebaran COVID-19.
"Pertama perlu dukungan seluruh pihak-pihak, baik orang tua para guru dan tentunya masyarakat untuk mengawasi," tutur Agus.
Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspadai potensi peningkatan COVID-19 dengan prokes dan PHBS walau sudah endemi
29 May 2024 0:16 WIB, 2024
Kemendagri galakkan kembali prokes dan booster hingga perpanjangan PPKM
08 November 2022 23:46 WIB, 2022
Wahid Yusuf: Jangan lengah terapkan prokes untuk tekan angka COVID-19
04 August 2022 19:09 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB