Facebook hapus konten pelecehan seksual terhadap figur publik
Kamis, 14 Oktober 2021 8:33 WIB
Ilustrasi Facebook. (ANTARA/HO-Foto oleh Luca Sammarco dari Pexels)
Jakarta (ANTARA) - Facebook mengumumkan bahwa mereka akan mulai menghapus konten yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap figur publik, dikutip dari The Verge pada Kamis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembaruan kebijakan terkait intimidasi dan pelecehan. Perubahan kebijakan tersebut termasuk serangan pelecehan yang terkoordinasi terhadap pengguna.
Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan itu, Facebook akan menghapus profil, halaman, grup, atau acara apapun yang dibuat untuk menjadikan figur publik termasuk selebriti, jurnalis, politisi, dan pembuat konten sebagai objek seksual.
Kebijakan tersebut juga melarang gambar atau foto yang diedit menjadi bernuansa seksual yang merendahkan para figur publik, kata kepala keamanan global Facebook Antigone Davis.
Selain itu, Facebook juga akan menghapus komentar yang menjurus ke arah seksual dan serangan yang dilakukan berulang kali untuk melecehkan seseorang secara seksual.
Kebijakan tersebut berlaku setelah mantan karyawan Facebook, Frances Haugen, bersaksi di depan Kongres pekan lalu. Sidang pada Selasa (12/10) waktu setempat berfokus pada serangkaian laporan Wall Street Journal yang mengungkapkan bahwa eksekutif Facebook menyadari platform mereka menimbulkan bahaya bagi pengguna terutama remaja.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembaruan kebijakan terkait intimidasi dan pelecehan. Perubahan kebijakan tersebut termasuk serangan pelecehan yang terkoordinasi terhadap pengguna.
Sebagai bagian dari pembaruan kebijakan itu, Facebook akan menghapus profil, halaman, grup, atau acara apapun yang dibuat untuk menjadikan figur publik termasuk selebriti, jurnalis, politisi, dan pembuat konten sebagai objek seksual.
Kebijakan tersebut juga melarang gambar atau foto yang diedit menjadi bernuansa seksual yang merendahkan para figur publik, kata kepala keamanan global Facebook Antigone Davis.
Selain itu, Facebook juga akan menghapus komentar yang menjurus ke arah seksual dan serangan yang dilakukan berulang kali untuk melecehkan seseorang secara seksual.
Kebijakan tersebut berlaku setelah mantan karyawan Facebook, Frances Haugen, bersaksi di depan Kongres pekan lalu. Sidang pada Selasa (12/10) waktu setempat berfokus pada serangkaian laporan Wall Street Journal yang mengungkapkan bahwa eksekutif Facebook menyadari platform mereka menimbulkan bahaya bagi pengguna terutama remaja.
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelecehan anak di bawah umur dilakukan mantan Kapolres Ngada cederai rasa kemanusiaan
14 March 2025 14:09 WIB
FH UMPR tingkatkan pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus
25 February 2025 23:28 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Threads hadirkan fitur Dear Algo guna mempermudah pengaturan algoritma konten
12 February 2026 16:37 WIB
Mudik 2026 bakal lebih teratur melalui integrasi data Google dan Korlantas
12 February 2026 16:34 WIB