PWI anulir penghargaan Anugerah Kebudayaan 2022 usai wali kota Bekasi terjaring OTT KPK
Selasa, 11 Januari 2022 21:06 WIB
Rapat Dewan Kehormatan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (ANTARA/ (HO-Humas DK PWI Pusat)
Jakarta (ANTARA) - Dewan Kehormatan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengapresiasi langkah Pengurus PWI Pusat yang menganulir calon penerima Anugerah Kebudayaan 2022 bagi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
"Keputusan PWI Pusat tersebut positif sebagai upaya menegakkan muruah dan martabat PWI sebagai organisasi wartawan profesional," kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut merupakan salah satu keputusan di dalam rapat awal 2022 yang diadakan Dewan Kehormatan PWI Pusat. Pertemuan secara virtual itu juga membahas rencana penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari 9 Februari 2022.
Ia mengatakan secara rinci dan mendalam pembahasan mengenai semua penghargaan PWI akan dibahas bersama dengan pengurus PWI Pusat dalam forum evaluasi secara menyuruh setelah penyelenggaraan HPN.
"DK PWI akan merekomendasikan penghargaan kepada tokoh pers yang berprestasi dalam memperjuangkan kemerdekaan pers," kata dia.
Termasuk pula yang menjadi teladan dan menginspirasi masyarakat pers, kepada anggota masyarakat baik individu maupun kelompok yang berprestasi tingkat nasional/internasional.
"Tentu saja karya-karyanya atau penemuannya memberi manfaat pada masyarakat luas," ujarnya.
Terkait penyelenggaraan HPN, Dewan Kehormatan PWI Pusat berharap semua panitia maupun peserta menaati protokol kesehatan secara ketat supaya HPN tidak menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19.
Demi mencegah penularan varian baru Omicron meluas, panitia HPN harus membatasi jumlah undangan atau peserta perwakilan dari daerah. Beberapa kegiatan dapat diselenggarakan secara daring atau hybrid yakni kombinasi daring dan luring.
"Keputusan PWI Pusat tersebut positif sebagai upaya menegakkan muruah dan martabat PWI sebagai organisasi wartawan profesional," kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut merupakan salah satu keputusan di dalam rapat awal 2022 yang diadakan Dewan Kehormatan PWI Pusat. Pertemuan secara virtual itu juga membahas rencana penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari 9 Februari 2022.
Ia mengatakan secara rinci dan mendalam pembahasan mengenai semua penghargaan PWI akan dibahas bersama dengan pengurus PWI Pusat dalam forum evaluasi secara menyuruh setelah penyelenggaraan HPN.
"DK PWI akan merekomendasikan penghargaan kepada tokoh pers yang berprestasi dalam memperjuangkan kemerdekaan pers," kata dia.
Termasuk pula yang menjadi teladan dan menginspirasi masyarakat pers, kepada anggota masyarakat baik individu maupun kelompok yang berprestasi tingkat nasional/internasional.
"Tentu saja karya-karyanya atau penemuannya memberi manfaat pada masyarakat luas," ujarnya.
Terkait penyelenggaraan HPN, Dewan Kehormatan PWI Pusat berharap semua panitia maupun peserta menaati protokol kesehatan secara ketat supaya HPN tidak menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19.
Demi mencegah penularan varian baru Omicron meluas, panitia HPN harus membatasi jumlah undangan atau peserta perwakilan dari daerah. Beberapa kegiatan dapat diselenggarakan secara daring atau hybrid yakni kombinasi daring dan luring.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kapuas dapat 18 unit ambulans dan bantuan kesehatan dari Pemerintah Pusat
06 May 2026 15:40 WIB
Pemerintah pusat apresiasi Pemkab Murung Raya mampu turunkan tingkat pengangguran
06 May 2026 13:08 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB