Logo Header Antaranews Kalteng

Pengangguran Kalteng pada Februari 2026 alami penurunan

Selasa, 5 Mei 2026 15:39 WIB
Image Print
Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami saat memaparkan perkembangan ketenagakerjaan provinsi setempat pada tahun 2026 di Palangka Raya, Selasa (5/5/2026). ANTARA/HO-BPS Kalteng.

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat jumlah pengangguran di provinsi setempat pada Februari 2026 sekitar 51,71 ribu orang, atau berkurang 0,34 ribu orang dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 52,05 ribu orang.

Plt Kepala BPS Kalteng Maria Wahyu Utami saat press rilis di Palangka Raya, Selasa, mengatakan komposisi angkatan kerja di provinsi ini pada Februari 2026 terdiri dari 1.452,82 ribu orang penduduk bekerja, dan 51,71 ribu orang pengangguran.

"Dibandingkan Februari 2025, jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja masing-masing bertambah sebanyak 6,33 ribu orang dan 6,68 ribu orang," ucapnya.

Berdasarkan jumlah penduduk usia kerja (PUK) di provinsi ini pada Februari 2026 sebanyak 2.174,14 ribu orang, atau bertambah 30,70 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Di mana sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yang mencapai 1.504,52 ribu orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja 669,62 ribu orang.

Sementara tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2026 sebesar 69,20 persen, turun sebesar 0,70 persen poin dibanding Februari 2025. TPAK merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Indikator ini menggambarkan besarnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah.

"Berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2026, TPAK laki-laki 86,32 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang mencapai 50,89 persen. Dibandingkan Februari 2025, TPAK laki-laki naik sebesar 0,43 persen poin, sedangkan TPAK perempuan turun sebesar 1,85 persen poin," beber Wahyu Utami.

Dia pun memaparkan hasil Sakernas pada Februari 2026, terdapat tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling tinggi di provinsi ini. Di mana sektor Pertanian mencapai 35,32 persen, diikuti Perdagangan 13,29 persen, serta Pertambangan 10,08 persen.

"Tiga lapangan usaha menyerap tenaga kerja paling rendah diantaranya, Pengadaan Air, Listrik, dan Gas 0,33 persen, Jasa Keuangan, Perusahaan, dan Real Estat 1,95 persen, serta Jasa Kesehatan 2,15 persen," beber dia.

Baca juga: Kenaikan kelompok pengeluaran penyebab Kalteng alami inflasi April 2026

Sementara berdasarkan status pekerjaan, kegiatan penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan formal dan informal. Di mana penduduk bekerja pada kegiatan formal mencakup tenaga kerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap, dan dibayar serta buruh/karyawan/pegawai. Sedangkan status pekerjaan lainnya dikategorikan sebagai kegiatan informal yaitu berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas,
dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Pada Februari 2026, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 736.207 orang atau 50,67 persen, sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 716.609 orang (49,33 persen).

"Dibandingkan dengan Februari 2025, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal naik sebesar 1,21 persen poin," demikian Wahyu Utami.

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akurasi data lewat Desa Cantik 2026

Baca juga: Wabup Kapuas dorong sinkronisasi data BPS dan Bulog untuk kendalikan inflasi

Baca juga: Perdagangan luar negeri Kalteng surplus 3.502,54 juta Dolar AS



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026