Logo Header Antaranews Kalteng

Perdagangan luar negeri Kalteng surplus 3.502,54 juta Dolar AS

Rabu, 4 Februari 2026 18:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Proses bongkar muat peti kemas berlangsung di pelabuhan. (ANTARA/Bayu Pratama S)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan, aktivitas perdagangan luar negeri di provinsi setempat memiliki tren positif dengan berhasil mencatatkan surplus.

"Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-Desember 2025 mengalami surplus sebesar 3.502,54 juta Dolar AS," kata Kepala Disdagperin Kalteng Norhani di Palangka Raya, Rabu.

Norhani menjelaskan, hal ini berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat aktivitas perdagangan luar negeri untuk Kalteng pada 2025 mencapai hingga 3.577,94 juta Dolar AS yang berasal dari ekspor maupun impor.

"Catatan positif ini tentu menjadi bukti keseriusan Pemprov Kalteng dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo yang tak hanya fokus terhadap pembangunan ekonomi dari sisi perdagangan dalam negeri, tetapi juga luar negeri," ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang dimiliki maupun peluang yang tersedia, terutama pada pasar global, Pemprov Kalteng berupaya agar aktivitas perdagangan luar negeri bisa terus optimal, serta tren positif yang terus berlanjut pada 2026.

Baca juga: Pemprov Kalteng-Kemenhut bersinergi cegah karhutla demi hutan lestari

Adapun Ekspor Kalimantan Tengah pada Januari-Desember 2025 senilai 3.540,24 juta Dolar AS, dan impor senilai 37,70 juta Dolar AS.

Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Januari-Desember 2025 di antaranya meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirkonium, niobium, tantalum, kayu lapis dan lignit. Negara tujuan utama ekspor seperti Jepang, India, dan Tiongkok.

Dijabarkannya, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Januari-Desember 2025 mencapai 912,47 juta Dolar AS dan memberi kontribusi sebesar 25, 77 persen terhadap total nilai ekspor.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai 226, 74 juta Dolar AS atau naik sebesar 33,07 persen.

Komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan di antaranya minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu serta kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.

Sedangkan impor memiliki komoditas utama yang meliputi aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, mesin lainnya, dan mesin motor tempel.

Komoditas impor Kalimantan Tengah selama Januari-Desember 2025 utamanya berasal dari Malaysia, Singapura, serta Tiongkok.

Baca juga: Pemprov Kalteng-Kemenhut bersinergi cegah karhutla demi hutan lestari

Baca juga: Pemprov Kalteng diminta segera koordinasikan perbaikan jalan dengan pusat

Baca juga: Pembelajaran sekolah di Kalteng makin nyaman berkat program revitalisasi pendidikan



Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026