Kiai NU nilai ucapan Kasad 'Tuhan bukan orang Arab' bukan penistaan agama
Kamis, 10 Februari 2022 22:29 WIB
Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat memberikan sambutannya pada acara Pengukuhan Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) masa bakti 2021-2026, yang digelar di Mabesad, Jakarta, Selasa (8/2/2022). (ANTARA/HO-Dispenad)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor K.H. Khotimi Bahri menilai pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman soal "Tuhan bukan orang Arab" bukan termasuk penistaan agama.
Pernyataan tersebut perlu dipahami maksud dan konteks tata bahasanya, kata Khotimi Bahri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
"Yang disampaikan Kasad adalah masalah berdoa setelah shalat. Jika sekelompok pelapor memang benar ulama, tentu tidak asing dengan objek pembicaraan bahwa dalam Bahasa Arab dan dalam ilmu Ushul Fiqih ada istilah siyaqul kalam," katanya.
Ia menjelaskan istilah siyaqul kalam merupakan bahasa yang digunakan saat seseorang sedang berdoa. Ketentuan dalam Islam, mengatur berdoa merupakan ibadah yang dapat menggunakan bahasa apapun, tambahnya.
"Konteksnya adalah berdoa kepada Allah tidak harus menggunakan Bahasa Arab. Dalam Ilmu Nahwu (Tata Bahasa Arab), pernyataan seperti itu adalah ta’kid atau penegasan. Jika pelapor memang ulama, mestinya paham Ilmu Nahwu dan Ilmu Ushul Fiqih dalam memahami pernyataan Kasad," jelasnya.
Khotimi juga tidak sependapat dengan argumen para pelapor bahwa ucapan Kasad itu menyamakan Tuhan dengan manusia.
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor itu juga tidak menafikan adanya sekte dalam Islam, yang berusaha mengumpamakan Tuhan sebagai manusia, yaitu mujassimah dan musyabbihah. Namun, Khotimi yakin Dudung bukan bagian dari kelompok itu.
"Faktanya, Jenderal Dudung adalah muslim ahlussunnah wal jamaah, sebagaimana umat Islam pada umumnya di dunia," tukasnya.
Sebelumnya, dalam tayangan di media sosial Dudung menyampaikan pernyataan yang memuat kalimat "Tuhan kita bukan orang Arab".
"Saya kalau berdoa pakai Bahasa Indonesia. Tuhan kita bukan orang Arab. Saya (berdoa) pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan, ya Allah Swt, saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang; itu saja doanya. Itu saja," kata Dudung dalam tayangan yang diunggah di kanal Youtube Deddy Corbuzier.
Pernyataan itu dianggap sebagai penistaan agama Islam oleh kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA). KUHAP APA melaporkan Dudung ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad).
Penyidik Puspomad di Jakarta, Rabu (9/2) telah memanggil KUHAP APA dan memberikan sekitar 50 pertanyaan kepada para pelapor.
Pernyataan tersebut perlu dipahami maksud dan konteks tata bahasanya, kata Khotimi Bahri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
"Yang disampaikan Kasad adalah masalah berdoa setelah shalat. Jika sekelompok pelapor memang benar ulama, tentu tidak asing dengan objek pembicaraan bahwa dalam Bahasa Arab dan dalam ilmu Ushul Fiqih ada istilah siyaqul kalam," katanya.
Ia menjelaskan istilah siyaqul kalam merupakan bahasa yang digunakan saat seseorang sedang berdoa. Ketentuan dalam Islam, mengatur berdoa merupakan ibadah yang dapat menggunakan bahasa apapun, tambahnya.
"Konteksnya adalah berdoa kepada Allah tidak harus menggunakan Bahasa Arab. Dalam Ilmu Nahwu (Tata Bahasa Arab), pernyataan seperti itu adalah ta’kid atau penegasan. Jika pelapor memang ulama, mestinya paham Ilmu Nahwu dan Ilmu Ushul Fiqih dalam memahami pernyataan Kasad," jelasnya.
Khotimi juga tidak sependapat dengan argumen para pelapor bahwa ucapan Kasad itu menyamakan Tuhan dengan manusia.
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor itu juga tidak menafikan adanya sekte dalam Islam, yang berusaha mengumpamakan Tuhan sebagai manusia, yaitu mujassimah dan musyabbihah. Namun, Khotimi yakin Dudung bukan bagian dari kelompok itu.
"Faktanya, Jenderal Dudung adalah muslim ahlussunnah wal jamaah, sebagaimana umat Islam pada umumnya di dunia," tukasnya.
Sebelumnya, dalam tayangan di media sosial Dudung menyampaikan pernyataan yang memuat kalimat "Tuhan kita bukan orang Arab".
"Saya kalau berdoa pakai Bahasa Indonesia. Tuhan kita bukan orang Arab. Saya (berdoa) pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan, ya Allah Swt, saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang; itu saja doanya. Itu saja," kata Dudung dalam tayangan yang diunggah di kanal Youtube Deddy Corbuzier.
Pernyataan itu dianggap sebagai penistaan agama Islam oleh kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA). KUHAP APA melaporkan Dudung ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad).
Penyidik Puspomad di Jakarta, Rabu (9/2) telah memanggil KUHAP APA dan memberikan sekitar 50 pertanyaan kepada para pelapor.
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kotim apresiasi inisiatif Ansor rangkul generasi muda lewat olahraga
15 February 2026 12:51 WIB
Fatayat NU Murung Raya Goes to School sosialisasi batasan pergaulan remaja
09 November 2025 9:31 WIB
Legislator Barut: Konfercab MNU wujud kemandirian organisasi perempuan nahdliyin
03 October 2025 6:25 WIB
Pemkot Palangka Raya harap Konfercab V Muslimat NU teguhkan kemandirian umat
13 September 2025 15:04 WIB
DPRD Palangka Raya harapkan Muslimat NU perkuat peran sosial dan pemberdayaan
12 September 2025 16:17 WIB
Pemkab Kotim dukung kaderisasi Ansor untuk tingkatkan partisipasi membangun daerah
27 June 2025 20:16 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB