Kesbangpol telusuri kasus konvoi bawa atribut khilafah
Selasa, 31 Mei 2022 13:24 WIB
Tangkapan layar rombongan pengendara motor bawa atribut khilafah saat melintas di Cawang, Jakarta, Minggu (29/5/2022). ANTARA/Twiter/@miduk17/Yogi Rachman
Jakarta (ANTARA) - Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur menelusuri kasus konvoi motor yang membawa atribut khilafah di Cawang.
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sedang mencari informasi terkait identitas pengendara motor yang terekam dalam video viral tersebut.
"Upaya mencari informasi Intel Kesbangpol bersama Intel Kodim. Sikap Kesbangpol tetap monitor dan mewaspadai," kata Ahmad Yani di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Warga Jakarta Timur terima selebaran bertuliskan 'Khilafatul Muslimin'
Ahmad Yani menambahkan, Kesbangpol memiliki tugas untuk melakukan pembinaan kesatuan bangsa, termasuk mencegah paham yang bertentangan dengan dasar negara.
"Tupoksi kami melaporkan setiap gerak gerik kejadian yang dianggap bisa mengancam keutuhan negara kita NKRI," ujar Ahmad Yani.
Sebelumnya, sebuah viral di media sosial video konvoi sejumlah pengendara motor membawa poster dan bendera Khilafatul Muslimin saat melintas di wilayah Cawang, Jakarta Timur pada Minggu (29/5).
Baca juga: Ma'ruf Amin: Segera sadarkan orang yang memaksakan khilafah di Indonesia
Berdasarkan kesaksian warga rombongan pengendara sepeda motor itu diketahui sempat membagikan selebaran saat melintas di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Belum diketahui motif dan tujuan rombongan konvoi motor tersebut membagikan selebaran kepada sejumlah warga.
"Rombongan tersebut berhenti dan membagikan selebaran khilafah, kurang lebih lima menit sambil menunggu rekan-rekannya," kata salah seorang petugas keamanan toko buku di Jl. Raya Bogor, Sholeh.
Baca juga: Pegawai pro ideologi Khilifah dibebastugaskan oleh Plt Menkumham
Baca juga: Mahfud MD: Tidak Harus Sistem Negara Bentuk Khilafah
Baca juga: Polri: HTI Dilarang Dakwah Khilafah
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya sedang mencari informasi terkait identitas pengendara motor yang terekam dalam video viral tersebut.
"Upaya mencari informasi Intel Kesbangpol bersama Intel Kodim. Sikap Kesbangpol tetap monitor dan mewaspadai," kata Ahmad Yani di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Warga Jakarta Timur terima selebaran bertuliskan 'Khilafatul Muslimin'
Ahmad Yani menambahkan, Kesbangpol memiliki tugas untuk melakukan pembinaan kesatuan bangsa, termasuk mencegah paham yang bertentangan dengan dasar negara.
"Tupoksi kami melaporkan setiap gerak gerik kejadian yang dianggap bisa mengancam keutuhan negara kita NKRI," ujar Ahmad Yani.
Sebelumnya, sebuah viral di media sosial video konvoi sejumlah pengendara motor membawa poster dan bendera Khilafatul Muslimin saat melintas di wilayah Cawang, Jakarta Timur pada Minggu (29/5).
Baca juga: Ma'ruf Amin: Segera sadarkan orang yang memaksakan khilafah di Indonesia
Berdasarkan kesaksian warga rombongan pengendara sepeda motor itu diketahui sempat membagikan selebaran saat melintas di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Belum diketahui motif dan tujuan rombongan konvoi motor tersebut membagikan selebaran kepada sejumlah warga.
"Rombongan tersebut berhenti dan membagikan selebaran khilafah, kurang lebih lima menit sambil menunggu rekan-rekannya," kata salah seorang petugas keamanan toko buku di Jl. Raya Bogor, Sholeh.
Baca juga: Pegawai pro ideologi Khilifah dibebastugaskan oleh Plt Menkumham
Baca juga: Mahfud MD: Tidak Harus Sistem Negara Bentuk Khilafah
Baca juga: Polri: HTI Dilarang Dakwah Khilafah
Pewarta : Yogi Rachman
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bencana alam terjadi di Tanah Air akibat tak terapkan sistem khilafah ngawur
03 December 2022 19:21 WIB, 2022
Ini pola kelompok Khilafatul Muslimin sebarkan ideologi khilafah di Indonesia
08 June 2022 15:28 WIB, 2022
Ditetapkan sebagai tersangka, pemimpin Khilafatul Muslimin terancam 15 tahun penjara
07 June 2022 18:48 WIB, 2022
Ma'ruf Amin: Segera sadarkan orang yang memaksakan khilafah di Indonesia
09 November 2020 14:50 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB