AKPSI surati presiden minta perjuangkan harga TBS agar kembali stabil
Senin, 27 Juni 2022 15:18 WIB
Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) Yulhaidir (batik biru) bersama dengan pengurus saat bertemu dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Kuala Pembuang (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) Yulhaidir mengatakan, pihaknya bersama pimpinan daerah yang tergabung dalam organisasi tersebut mengirim surat kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo terkait dengan keluhan para petani kelapa sawit.
“Jadi, hari ini kita dari AKPSI mengirimkan surat kepada bapak Joko Widodo terkait dengan keluhan masyarakat khususnya petani kelapa sawit dengan turunnya harga tandan buah segar (TBS),” katanya di Jakarta, Senin.
Yulhaidir yang juga Bupati Seruyan itu mengatakan dalam surat tersebut pihaknya bermohon kepada Presiden Joko Widodo agar tata niaga kelapa sawit dibenahi. Selain itu, turunnya harga TBS harus segera disikapi dengan mempertimbangkan kepentingan pemerintah, investasi dan rakyat khususnya petani kelapa sawit.
“Sehingga diharapkan harga TBS bisa kembali normal yakni Rp.2500 hingga Rp.3500 per kilogramnya, dan pastinya petani bisa sejahtera,” ungkapnya.
Baca juga: Disporaparbud Seruyan disarankan cari tempat representatif lapangan sepak bola
Lanjut dia menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan menyampaikan hal-hal penting permasalahan kelapa sawit salah satunya turunnya TBS.
“Dari koordinasi kita dengan bapak Luhut Binsar Panjaitan sangat merespons hal tersebut, dan dikatakan bahwa karena ekspor turunan kelapa sawit atau CPO sudah dibuka dan juknisnya sudah dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya dari AKPSI terus berupaya untuk memperjuangkan apa yang menjadi keluhan dari petani seperti kewajiban perusahaan terhadap plasma sawit, ganti rugi lahan. Saat ini pihaknya sedang memperjuangkan harga minyak goreng dan harga TBS agar bisa kembali normal.
“Semoga perjuangan yang kita lakukan ini bisa berjalan lancar dan pastinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat petani sawit, sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan bagi mereka dengan kembali normalnya harga TBS,” demikian Yulhaidir.
Baca juga: Bupati Seruyan sebut penerimaan pajak penting biayai pembangunan
Baca juga: Bapenda: PAD Seruyan capai Rp40,8 miliar pada triwulan II
Baca juga: Bupati Seruyan tegaskan ingin pertahankan tenaga kontrak
“Jadi, hari ini kita dari AKPSI mengirimkan surat kepada bapak Joko Widodo terkait dengan keluhan masyarakat khususnya petani kelapa sawit dengan turunnya harga tandan buah segar (TBS),” katanya di Jakarta, Senin.
Yulhaidir yang juga Bupati Seruyan itu mengatakan dalam surat tersebut pihaknya bermohon kepada Presiden Joko Widodo agar tata niaga kelapa sawit dibenahi. Selain itu, turunnya harga TBS harus segera disikapi dengan mempertimbangkan kepentingan pemerintah, investasi dan rakyat khususnya petani kelapa sawit.
“Sehingga diharapkan harga TBS bisa kembali normal yakni Rp.2500 hingga Rp.3500 per kilogramnya, dan pastinya petani bisa sejahtera,” ungkapnya.
Baca juga: Disporaparbud Seruyan disarankan cari tempat representatif lapangan sepak bola
Lanjut dia menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan menyampaikan hal-hal penting permasalahan kelapa sawit salah satunya turunnya TBS.
“Dari koordinasi kita dengan bapak Luhut Binsar Panjaitan sangat merespons hal tersebut, dan dikatakan bahwa karena ekspor turunan kelapa sawit atau CPO sudah dibuka dan juknisnya sudah dikeluarkan pemerintah,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya dari AKPSI terus berupaya untuk memperjuangkan apa yang menjadi keluhan dari petani seperti kewajiban perusahaan terhadap plasma sawit, ganti rugi lahan. Saat ini pihaknya sedang memperjuangkan harga minyak goreng dan harga TBS agar bisa kembali normal.
“Semoga perjuangan yang kita lakukan ini bisa berjalan lancar dan pastinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat petani sawit, sehingga bisa mewujudkan kesejahteraan bagi mereka dengan kembali normalnya harga TBS,” demikian Yulhaidir.
Baca juga: Bupati Seruyan sebut penerimaan pajak penting biayai pembangunan
Baca juga: Bapenda: PAD Seruyan capai Rp40,8 miliar pada triwulan II
Baca juga: Bupati Seruyan tegaskan ingin pertahankan tenaga kontrak
Pewarta : Radianor
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengacara asal Kalteng surati Presiden RI terkait penyitaan lahan sawit
22 April 2025 13:10 WIB, 2025
Kemenkominfo akan surati platform digital yang masih iklankan judi online
05 January 2024 17:11 WIB, 2024
Minta perizinan PT ATA dicabut, Bupati Gumas surati Gubernur Kalteng
15 December 2023 15:18 WIB, 2023
Dituduh gelapkan aset, Zam surati Presiden Jokowi dan Menko Polhukam
16 September 2023 19:59 WIB, 2023
Dukung pengembangan IBILAGA di Kalteng, Teras Narang surati Menteri KKP
05 January 2023 11:58 WIB, 2023
Teras Narang surati Mendagri terkait persoalan tata batas Bartim-Tabalong
27 July 2022 16:35 WIB, 2022
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025