Wapres Ma'ruf: Kasus kekerasan di ponpes coreng dunia pesantren
Rabu, 31 Agustus 2022 15:02 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menyampaikan keterangan kepada wartawan seusai memberikan sambutan dalam Supreme Audit Institution 20 (SAI20) di Nusa Dua, Bali pada Senin (29/8/2022). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan kasus kekerasan yang terjadi pada sejumlah pondok pesantren beberapa waktu terakhir mencoreng dunia pendidikan di pesantren sehingga harus dilakukan pengawasan lebih ketat agar kasus serupa tidak terulang kembali.
"Saya beberapa hari ini dikagetkan di pesantren terjadi kekerasan, ada yang meninggal di Tangerang, di beberapa tempat ada kekerasan, ini harus betul-betul diawasi karena mencoreng dunia pesantren," tegas Wapres Ma'ruf dalam sambutannya pada acara Milad ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai di Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu.
Baca juga: Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J sesuai keinginan Presiden, kata Wapres Ma'ruf Amin
Wapres Ma'ruf meminta Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai selaku pengurus sekolah Al-Azhar di Bekasi memastikan tidak ada tindak kekerasan serupa di lingkungan pendidikannya.
"Saya minta jangan sampai di sekolah Islam seperti Al-Azhar ini terjadi (kekerasan) sebab kita ingin menjadikan generasi wasathiyah," katanya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J jadi titik terang
Generasi wasathiyah adalah generasi Muslim yang moderat, toleran, bisa menghargai perbedaan dan tidak memaksakan kehendak.
Wapres Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa generasi yang diperlukan saat ini adalah generasi muttaqin, mu'ammiriin, dan wasathiyah.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Perlu gerakan masif dan terkoordinasi tangani terorisme dan radikalisme
Muttaqina adalah generasi yang mematuhi perintah Allah SWT dan rasulnya tanpa menunda-nunda. Mu'ammiriin adalah generasi yang memakmurkan bumi dengan membangun perekonomian dan sumber daya manusia, serta generasi wasathiyah yang moderat dan toleran.
"Saya kira generasi yang ingin kita bangun adalah itu dan kita harap Al-Azhar menjadi salah satu kawah candradimuka untuk melahirkan generasi Muslim yang mutaqqin, mu'ammiriin tapi juga wasathiyah. Saya yakin Al-Azhar bisa melahirkan generasi seperti itu," ujarnya.
Baca juga: Ma'ruf Amin harap pesantren jadi mitra pemerintah
Baca juga: Ma'ruf Amin lakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan
Baca juga: Sapi kurban super terperosok dalam got di depan rumah Wapres
"Saya beberapa hari ini dikagetkan di pesantren terjadi kekerasan, ada yang meninggal di Tangerang, di beberapa tempat ada kekerasan, ini harus betul-betul diawasi karena mencoreng dunia pesantren," tegas Wapres Ma'ruf dalam sambutannya pada acara Milad ke-37 Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai di Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu.
Baca juga: Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J sesuai keinginan Presiden, kata Wapres Ma'ruf Amin
Wapres Ma'ruf meminta Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai selaku pengurus sekolah Al-Azhar di Bekasi memastikan tidak ada tindak kekerasan serupa di lingkungan pendidikannya.
"Saya minta jangan sampai di sekolah Islam seperti Al-Azhar ini terjadi (kekerasan) sebab kita ingin menjadikan generasi wasathiyah," katanya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin: Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J jadi titik terang
Generasi wasathiyah adalah generasi Muslim yang moderat, toleran, bisa menghargai perbedaan dan tidak memaksakan kehendak.
Wapres Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa generasi yang diperlukan saat ini adalah generasi muttaqin, mu'ammiriin, dan wasathiyah.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Perlu gerakan masif dan terkoordinasi tangani terorisme dan radikalisme
Muttaqina adalah generasi yang mematuhi perintah Allah SWT dan rasulnya tanpa menunda-nunda. Mu'ammiriin adalah generasi yang memakmurkan bumi dengan membangun perekonomian dan sumber daya manusia, serta generasi wasathiyah yang moderat dan toleran.
"Saya kira generasi yang ingin kita bangun adalah itu dan kita harap Al-Azhar menjadi salah satu kawah candradimuka untuk melahirkan generasi Muslim yang mutaqqin, mu'ammiriin tapi juga wasathiyah. Saya yakin Al-Azhar bisa melahirkan generasi seperti itu," ujarnya.
Baca juga: Ma'ruf Amin harap pesantren jadi mitra pemerintah
Baca juga: Ma'ruf Amin lakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan
Baca juga: Sapi kurban super terperosok dalam got di depan rumah Wapres
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB