Seruyan berduka atas meninggalnya Direktur RSUD Kuala Pembuang
Kamis, 13 Oktober 2022 20:50 WIB
Direktur RSUD Seruyan dr Solihin (kanan) ketika foto bersama dengan Bupati Seruyan Yulhaidir pada acara tournamen catur di Kuala Pembuang, ANTARA/HO-Dinas Kominfo Seruyan
Kuala Pembuang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, berduka cita atas meninggalnya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang dr Solihin, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT.
"Mendengar kabar duka tersebut, kami atas nama pribadi dan Pemkab Seruyan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya," kata Bupati Seruyan Yulhaidir melalui Sekretaris Daerah Seruyan Djainuddin Noor di Kuala Pembuang, Kamis malam.
Dia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang baik dan bersahaja, baik dalam bekerja maupun hubungan antara teman, sahabat, atasan serta sesama rekan kerja.
Lanjut dia, sebagai Direktur RSUD Kuala Pembuang, almarhum sangat membantu mempercepat pelayanan kepada semua lapisan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan cepat, tepat dan prosedur.
"Semoga, amal dan semua perbuatan baiknya dilipat gandakan oleh Allah SWT, serta diberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.
Dia menambahkan, informasinya saat ini jenazah sudah meluncur ke Kuala Pembuang dan diperkirakan sampai malam nanti.
Peristiwa meninggalnya Direktur RSUD Seruyan itu setelah mobil Toyota land cruiser Nopol KH 1470 FD diduga mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Buntok-Palangka Raya, tepatnya di Dusun Parigi, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, Kalimantan Tengah pada Kamis pagi (13/10) sekitar pukul 06.30 WIB.
"Akibat kecelakaan tunggal mobil Toyota land cruiser itu menyebabkan tiga orang penumpangnya meninggal dunia,” kata Wakapolres Barito Selatan, Kompol Asdini Pratama Putra saat press release di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kamis.
Ia menerangkan, tiga orang yang meninggal dunia ditempat kejadian akibat kecelakaan tunggal itu yakni Hendri Salim (44) Warga Jalan Jembatan Kuning Gang Bersaudara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kemudian, dr Solihin (Direktur Rumah Sakit Seruyan) dan Nofa Andi Elianto (31) warga Jalan Gatot Subroto Barat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sedangkan sopir bernama Tjoaa Rofian (40) mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan medis di RSUD Jaraga Sasameh Buntok.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP, kejadian berawal saat mobil Toyota land cruiser yang dikemudikan Tjoaa Rofian berpenumpang tiga orang itu melaju dari arah Palangka Raya.
"Dugaan sementara, penyebab kecelakaan tunggal mobil tersebut setelah mobil melalui beberapa tikungan yang kondisi jalan beraspal itu basah akibat hujan," jelasnya.
Setelah melalui tikungan, mobil hilang kendali dan menyebabkan mobil tergelincir ke bahu jalan yang strukturnya tanah, sehingga mobil oleng dan terbalik, dan akhirnya masuk ke dalam parit.
Sementara Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Dr Norman Wahyu menyampaikan pihaknya menerima empat korban kecelakaan lalu lintas di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit sekitar pukul 08.30 WIB.
"Dari empat korban tersebut, tiga orang diantaranya meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan masih dalam perawatan," beber dia.
Ia juga mengucapkan berbelasungkawa atas meninggalnya tiga korban khususnya bagi rekan sejawatnya Dr Solihin yang merupakan direktur Rumah Sakit di Kabupaten Seruyan.
Sedangkan salah satu dokter yang melakukan penanganan terhadap korban kecelakaan, Dr Lasmi menambahkan untuk penyebab kematian para korban ini yakni untuk Dr Solihin mengalami luka robek dibagian belakang kepala, dan keluar air dari hidung dan mulut dan tidak ada terjadi tanda-tanda kekerasan.
Kemudian korban kedua dan ketiga tidak ada luka robek dan hanya ditemukan keluar air dari mulut dan hidung akibat kecelakaan tersebut.
Baca juga: Nahas! Tiga orang tewas akibat kecelakaan tunggal Jalan Buntok-Palangka Raya
"Mendengar kabar duka tersebut, kami atas nama pribadi dan Pemkab Seruyan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya," kata Bupati Seruyan Yulhaidir melalui Sekretaris Daerah Seruyan Djainuddin Noor di Kuala Pembuang, Kamis malam.
Dia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang baik dan bersahaja, baik dalam bekerja maupun hubungan antara teman, sahabat, atasan serta sesama rekan kerja.
Lanjut dia, sebagai Direktur RSUD Kuala Pembuang, almarhum sangat membantu mempercepat pelayanan kepada semua lapisan masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan cepat, tepat dan prosedur.
"Semoga, amal dan semua perbuatan baiknya dilipat gandakan oleh Allah SWT, serta diberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.
Dia menambahkan, informasinya saat ini jenazah sudah meluncur ke Kuala Pembuang dan diperkirakan sampai malam nanti.
Peristiwa meninggalnya Direktur RSUD Seruyan itu setelah mobil Toyota land cruiser Nopol KH 1470 FD diduga mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Buntok-Palangka Raya, tepatnya di Dusun Parigi, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, Kalimantan Tengah pada Kamis pagi (13/10) sekitar pukul 06.30 WIB.
"Akibat kecelakaan tunggal mobil Toyota land cruiser itu menyebabkan tiga orang penumpangnya meninggal dunia,” kata Wakapolres Barito Selatan, Kompol Asdini Pratama Putra saat press release di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kamis.
Ia menerangkan, tiga orang yang meninggal dunia ditempat kejadian akibat kecelakaan tunggal itu yakni Hendri Salim (44) Warga Jalan Jembatan Kuning Gang Bersaudara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kemudian, dr Solihin (Direktur Rumah Sakit Seruyan) dan Nofa Andi Elianto (31) warga Jalan Gatot Subroto Barat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sedangkan sopir bernama Tjoaa Rofian (40) mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan medis di RSUD Jaraga Sasameh Buntok.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP, kejadian berawal saat mobil Toyota land cruiser yang dikemudikan Tjoaa Rofian berpenumpang tiga orang itu melaju dari arah Palangka Raya.
"Dugaan sementara, penyebab kecelakaan tunggal mobil tersebut setelah mobil melalui beberapa tikungan yang kondisi jalan beraspal itu basah akibat hujan," jelasnya.
Setelah melalui tikungan, mobil hilang kendali dan menyebabkan mobil tergelincir ke bahu jalan yang strukturnya tanah, sehingga mobil oleng dan terbalik, dan akhirnya masuk ke dalam parit.
Sementara Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Dr Norman Wahyu menyampaikan pihaknya menerima empat korban kecelakaan lalu lintas di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit sekitar pukul 08.30 WIB.
"Dari empat korban tersebut, tiga orang diantaranya meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan masih dalam perawatan," beber dia.
Ia juga mengucapkan berbelasungkawa atas meninggalnya tiga korban khususnya bagi rekan sejawatnya Dr Solihin yang merupakan direktur Rumah Sakit di Kabupaten Seruyan.
Sedangkan salah satu dokter yang melakukan penanganan terhadap korban kecelakaan, Dr Lasmi menambahkan untuk penyebab kematian para korban ini yakni untuk Dr Solihin mengalami luka robek dibagian belakang kepala, dan keluar air dari hidung dan mulut dan tidak ada terjadi tanda-tanda kekerasan.
Kemudian korban kedua dan ketiga tidak ada luka robek dan hanya ditemukan keluar air dari mulut dan hidung akibat kecelakaan tersebut.
Baca juga: Nahas! Tiga orang tewas akibat kecelakaan tunggal Jalan Buntok-Palangka Raya
Pewarta : Radianor
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
RSUD Doris Sylvanus: Kami bekerja berdasar regulasi dan berbasis ilmu pengetahuan
10 February 2026 8:05 WIB
Kunjungi RSUD Muara Teweh, Ketua PKK Barut dukung sinergi kesehatan masyarakat
09 February 2026 17:26 WIB
Penyegaran birokrasi RSUD dr Murjani Sampit upaya peningkatan mutu pelayanan
04 February 2026 18:55 WIB
Lantik pejabat, Bupati Barut tekankan integritas dan pelayanan kepada masyarakat
30 January 2026 19:56 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025