Akibat alih fungsi hutan, dua individu orang utan masuk permukiman warga di Seruyan
Senin, 28 November 2022 20:04 WIB
Individu anak orang utan yang berhasil diamankan oleh tim dari SKW II Pangkalan Bun dan OF-UK di Kabupaten Seruyan. Senin (28/11/2022). ANTARA/HO- BKSDA SKW II Pangkalan Bun
Pangkalan Bun (ANTARA) - Dikarenakan habitatnya semakin sempit akibat pembukaan hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, menyebabkan dua individu orang utan masuk ke permukiman warga di Desa Pembuang Hulu 2.
Tim dari Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA SKW II Pangkalan Bun bersama OF-UK pada Minggu (27/11) berhasil mengamankan dua individu tersebut, yakni induk dan anaknya di Desa Pembuang Hulu 2, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, ujar Kepala Kantor BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi.
"Kedua individu orang utan yang berhasil diamankan tim dari SKW II dan OF-UK tersebut berjenis kelamin betina umur 17 tahun dan anaknya," ujar Dendi di Pangkalan Bun, Senin.
Dendi menjelaskan, pada Sabtu (26/11) tim WRU SKW II Pangkalan Bun mendapatkan laporan dari staf SPTN 1 Balai TN Tanjung Puting Pembuang Hulu, bahwa ada individu orang utan yang sedang menggendong anaknya masuk ke Desa Pembuang Hulu 2.
"Setelah mendapatkan laporan tersebut, saya langsung instruksikan tim dan mitra dari OF-UK untuk melakukan penyelamatan ke esok harinya setelah berkoordinasi," ujarnya. Anak induk orang utan berekelamin jantan umur 3 bulan yang berhasil diamankan oleh tim dari SKW II Pangkalan Bun dan OF-UK di Kabupaten Seruyan. Senin (28/11/2022). ANTARA/HO- BKSDA SKW II Pangkalan Bun
Pada hari Minggu pagi tim langsung bergerak ke lokasi sesusai dengan yang dilaporkan oleh staf SPTN 1 Balai TN Tanjung Puting, dan pada pukul 13.30 WIB tim berhasil mengamankan kedua individu orang utan tersebut setelah dilakukan tembak bius.
"Dari pantauan tim di lapangan, hutan tempat habitatnya orang utan di sekitar Desa Derangga memang sudah tidak luas, sudah dikelilingi kebun sawit, dan banyak pembukaan lahan sawit baru, sehingga individu orang utan tersebut masuk ke desa dan pemukiman warga," ujar Dendi lagi.
Diterangkannya, bahwa masyarakat sekitar yang sering melihat orang utan tersebut pun khawatir ditakutkan ada orang yang tidak bertanggung jawab menembak atau melukai orang utan tersebut.
"Kedua individu orang utan tersebut sempat diamankan di SKW II Pangkalan Bun untuk dilakukan pemeriksaan, dan Senin (28/11) siang tadi sudah dilakukan pelepasan di kawasan margasatwa Lamandau," demikian Dendi Sutiadi.
Tim dari Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA SKW II Pangkalan Bun bersama OF-UK pada Minggu (27/11) berhasil mengamankan dua individu tersebut, yakni induk dan anaknya di Desa Pembuang Hulu 2, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, ujar Kepala Kantor BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi.
"Kedua individu orang utan yang berhasil diamankan tim dari SKW II dan OF-UK tersebut berjenis kelamin betina umur 17 tahun dan anaknya," ujar Dendi di Pangkalan Bun, Senin.
Dendi menjelaskan, pada Sabtu (26/11) tim WRU SKW II Pangkalan Bun mendapatkan laporan dari staf SPTN 1 Balai TN Tanjung Puting Pembuang Hulu, bahwa ada individu orang utan yang sedang menggendong anaknya masuk ke Desa Pembuang Hulu 2.
"Setelah mendapatkan laporan tersebut, saya langsung instruksikan tim dan mitra dari OF-UK untuk melakukan penyelamatan ke esok harinya setelah berkoordinasi," ujarnya. Anak induk orang utan berekelamin jantan umur 3 bulan yang berhasil diamankan oleh tim dari SKW II Pangkalan Bun dan OF-UK di Kabupaten Seruyan. Senin (28/11/2022). ANTARA/HO- BKSDA SKW II Pangkalan Bun
Pada hari Minggu pagi tim langsung bergerak ke lokasi sesusai dengan yang dilaporkan oleh staf SPTN 1 Balai TN Tanjung Puting, dan pada pukul 13.30 WIB tim berhasil mengamankan kedua individu orang utan tersebut setelah dilakukan tembak bius.
"Dari pantauan tim di lapangan, hutan tempat habitatnya orang utan di sekitar Desa Derangga memang sudah tidak luas, sudah dikelilingi kebun sawit, dan banyak pembukaan lahan sawit baru, sehingga individu orang utan tersebut masuk ke desa dan pemukiman warga," ujar Dendi lagi.
Diterangkannya, bahwa masyarakat sekitar yang sering melihat orang utan tersebut pun khawatir ditakutkan ada orang yang tidak bertanggung jawab menembak atau melukai orang utan tersebut.
"Kedua individu orang utan tersebut sempat diamankan di SKW II Pangkalan Bun untuk dilakukan pemeriksaan, dan Senin (28/11) siang tadi sudah dilakukan pelepasan di kawasan margasatwa Lamandau," demikian Dendi Sutiadi.
Pewarta : M Husein Asyari
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Edukasi dan aksi nyata, PT GSDI tanamkan kesadaran lingkungan serta pencegahan karhutla
28 April 2026 13:22 WIB
Bupati Kotawaringin Barat: Transaksi non tunai wujudkan pemerintahan desa bersih
25 April 2026 17:04 WIB
Wabup Kotawaringin Barat: Inovasi daerah instrumen penting dalam pembangunan
03 April 2026 15:41 WIB
Moment arus balik, penumpang Bandara Iskandar Pangkalan Bun mencapai 15.749 orang
30 March 2026 17:10 WIB
Pasca libur Lebaran, Bupati Kotawaringin Barat minta ASN maksimalkan pelayanan
26 March 2026 14:21 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Barat
Lihat Juga
Inovasi pembiayaan daerah berkelanjutan bawa Kobar raih penghargaan Creative Financing
06 May 2026 8:34 WIB
Wabup Kotawaringin Barat tekankan penguatan kerja sama wujudkan pendidikan bermutu
02 May 2026 17:48 WIB
Kejari Kobar sampaikan putusan sidang korupsi pembangunan pabrik tepung ikan
29 April 2026 16:01 WIB