Twitter hapus akun yang promosikan platform media sosial lain
Senin, 19 Desember 2022 8:51 WIB
Arsip foto - Sebuah tweet yang dipromosikan di kota Suzhou China ditampilkan di ponsel dekat logo Twitter, dalam gambar ilustrasi ini diambil 8 September 2022. (ANTARA/REUTERS/Florence Lo/pri.)
Jakarta (ANTARA) - Twitter akan menghapus akun yang dibuat untuk mempromosikan platform media sosial lain dan konten-konten yang berisi tautan atau username Facebook, Instagram, Mastodon, Truth Social, Tribel, Nostr, dan Post.
"Kami menyadari bahwa banyak pengguna kami yang aktif di platform media sosial lainnya. Namun, kami tidak lagi mengizinkan promosi gratis untuk platform media sosial tertentu di Twitter," kata Twitter dalam sebuah cuitan pada Senin.
Pengumuman itu membuat mantan CEO Twitter Jack Dorsey yang baru-baru ini berinvestasi di Nostr bertanya-tanya. "Mengapa?" katanya membalas unggahan tersebut.
Menurut laporan Reuters, Twitter pada pekan lalu membubarkan Dewan Kepercayaan dan Keamanan mereka yang merupakan kelompok sukarelawan yang dibentuk pada 2016 untuk memberi nasihat tentang pengambilan keputusan terkait situs.
Elon Musk juga telah memecat para petinggi dan memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya sambil mempertimbangkan biaya untuk berlangganan Twitter Blue.
Tak hanya itu, Musk juga menangguhkan akun beberapa jurnalis tentang pesawat miliknya.
Namun, Musk kemudian memulihkan akun mereka setelah mendapat kritik dari pejabat pemerintah, kelompok advokasi, dan organisasi jurnalis dari berbagai belahan dunia pada Jumat lalu, yang mengatakan bahwa platform tersebut membahayakan kebebasan pers.
"Kami menyadari bahwa banyak pengguna kami yang aktif di platform media sosial lainnya. Namun, kami tidak lagi mengizinkan promosi gratis untuk platform media sosial tertentu di Twitter," kata Twitter dalam sebuah cuitan pada Senin.
Pengumuman itu membuat mantan CEO Twitter Jack Dorsey yang baru-baru ini berinvestasi di Nostr bertanya-tanya. "Mengapa?" katanya membalas unggahan tersebut.
Menurut laporan Reuters, Twitter pada pekan lalu membubarkan Dewan Kepercayaan dan Keamanan mereka yang merupakan kelompok sukarelawan yang dibentuk pada 2016 untuk memberi nasihat tentang pengambilan keputusan terkait situs.
Elon Musk juga telah memecat para petinggi dan memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya sambil mempertimbangkan biaya untuk berlangganan Twitter Blue.
Tak hanya itu, Musk juga menangguhkan akun beberapa jurnalis tentang pesawat miliknya.
Namun, Musk kemudian memulihkan akun mereka setelah mendapat kritik dari pejabat pemerintah, kelompok advokasi, dan organisasi jurnalis dari berbagai belahan dunia pada Jumat lalu, yang mengatakan bahwa platform tersebut membahayakan kebebasan pers.
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Picu ketidakpuasan terhadap Tesla terkait tindakan kontroversial Elon Musk
28 February 2025 16:48 WIB
Gaji Elon Musk senilai Rp786 Triliun akhirnya cair usai disetujui pemegang saham
14 June 2024 14:16 WIB, 2024
Elon Musk tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk resmikan peluncuran Starlink
19 May 2024 9:36 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB