Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di daerah setempat untuk mewaspadai munculnya bencana saat cuaca ekstrem terjadi.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani di Palangka Raya, Selasa, mengatakan bahwa pada Maret 2023 ini Kota Palangka Raya kerap kali diguyur hujan disertai angin kencang, kilat dan petir.

"Akibat cuaca ekstrem tersebut tak jarang menyebabkan banjir serta pemadaman aliran listrik di Kota Palangka Raya, maka dari itu diharapkan masyarakat mewaspadai terkait hal tersebut," katanya.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Palangka Raya juga meminta kepada seluruh warga di daerah setempat untuk memperhatikan imbauan berikut, pertama saat terjadi hujan deras disertai angin berlindung lah di tempat yang aman seperti di dalam rumah dan di bawah bangunan terdekat serta jangan di bawah pohon.

Kedua, jika melihat anomali jaringan listrik seperti pohon tumbang, usahakan menjauh dengan jarak aman dan laporkan ke call center 112 atau BPBD dan PLN untuk segera mendapat penanganan.

Selanjutnya yang ketiga, jika terjadi banjir dan menggenangi isi rumah, alangkah baiknya cabut semua peralatan listrik seperti stop kontak, saklar dan MCB, kemudian amankan ke tempat yang lebih tinggi.

Keempat, jika aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi PLN. Kemudian imbauan kelima, segera hubungi BPBD untuk penanganan bahaya bencana banjir.

"Lima butir imbauan tersebut diharapkan kepada masyarakat untuk diperhatikan dan diimplementasikan saat cuaca ekstrem terjadi," ucapnya.

Ditambahkan Emi, yang patut diperhatikan saat cuaca ekstrem terjadi bagi para pengendara roda empat dan roda dua di jalan raya tetap mewaspadai terjadinya pohon tumbang.

"Sebab beberapa kali terjadi pohon tumbang di daerah kita saat cuaca ekstrem, bahkan beberapa waktu lalu mengakibatkan korban jiwa dalam peristiwa itu," demikian Emi Abriyani.

Pewarta : Adi Wibowo
Uploader : Ronny
Copyright © ANTARA 2024