Kotim sukses pertahankan capaian terbaik penanganan stunting
Jumat, 2 Juni 2023 20:59 WIB
Foto ilustrasi. Bupati Halikinnor saat menghadiri lomba mewarnai yang merupakan rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sampit, Minggu (14/5/2023) lalu. ANTARA/Norjani
Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sukses mempertahankan kinerja dalam penanganan stunting sehingga kembali menjadi yang terbaik di Kalimantan Tengah.
"Kemarin saya dilaporkan oleh Bu Wakil Bupati. Beliau yang ikut paparan di sana dan informasi terakhir, kita ternyata juara pertama untuk penanganan stunting. Jadi alhamdulillah sudah dua tahun ini kita berturut-turut juara pertama di Kalimantan Tengah," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Jumat.
Kotawaringin Timur memang menjadi sorotan beberapa tahun terakhir lantaran kasus stunting di daerah ini cukup tinggi. Hal itu pula yang membuat pemerintah pusat menetapkan kabupaten ini menjadi salah satu lokus penanganan stunting.
Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara serius dan bekerja keras menanggulangi stunting. Semua satuan organisasi perangkat daerah dikerahkan membantu upaya menekan stunting melalui bidang kerja masing-masing.
Meski kasus stunting masih tinggi, namun keseriusan pemerintah kabupaten dalam berupaya menanggulangi penyakit gagal tumbuh pada bayi itu, membuat pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi kepada daerah ini.
Baca juga: Pemkab Kotim berharap kuota haji terus ditambah
Kamis (7/7/2022) lalu Wakil Bupati Irawati atas nama Pemkab Kotawaringin Timur yang menerima penghargaan sebagai peringkat pertama penanganan stunting di Kalteng. Pemberian penghargaan dari BKKBN itu dilaksanakan di Makassar.
Kotawaringin Timur peringkat pertama penanganan stunting untuk lokus di Provinsi Kalimantan Tengah sehingga diberi penghargaan atas penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting di regional 1.
"Kita bersyukur walaupun kasus masih tinggi tapi kita sudah menunjukkan komitmen dalam menangani stunting. Ini berkat kerja sama dan dukungan semua pihak. Upaya ini tentu akan terus kita tingkatkan hingga stunting bisa tangani dengan baik," ucap Halikinnor.
Sementara itu, saat ini kasus stunting di Kotawaringin Timur masih sekitar 22 persen. Pemerintah daerah bertekad bisa menurunkannya menjadi 14 persen pada 2024 nanti.
Baca juga: Sekolah di Kotim tingkatkan upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila
Baca juga: JCH Kotim disewakan pesawat dan diberi uang saku
Baca juga: Bupati Kotim serukan pengamalan nilai-nilai Pancasila memperkuat kerukunan
"Kemarin saya dilaporkan oleh Bu Wakil Bupati. Beliau yang ikut paparan di sana dan informasi terakhir, kita ternyata juara pertama untuk penanganan stunting. Jadi alhamdulillah sudah dua tahun ini kita berturut-turut juara pertama di Kalimantan Tengah," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Jumat.
Kotawaringin Timur memang menjadi sorotan beberapa tahun terakhir lantaran kasus stunting di daerah ini cukup tinggi. Hal itu pula yang membuat pemerintah pusat menetapkan kabupaten ini menjadi salah satu lokus penanganan stunting.
Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara serius dan bekerja keras menanggulangi stunting. Semua satuan organisasi perangkat daerah dikerahkan membantu upaya menekan stunting melalui bidang kerja masing-masing.
Meski kasus stunting masih tinggi, namun keseriusan pemerintah kabupaten dalam berupaya menanggulangi penyakit gagal tumbuh pada bayi itu, membuat pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi kepada daerah ini.
Baca juga: Pemkab Kotim berharap kuota haji terus ditambah
Kamis (7/7/2022) lalu Wakil Bupati Irawati atas nama Pemkab Kotawaringin Timur yang menerima penghargaan sebagai peringkat pertama penanganan stunting di Kalteng. Pemberian penghargaan dari BKKBN itu dilaksanakan di Makassar.
Kotawaringin Timur peringkat pertama penanganan stunting untuk lokus di Provinsi Kalimantan Tengah sehingga diberi penghargaan atas penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting di regional 1.
"Kita bersyukur walaupun kasus masih tinggi tapi kita sudah menunjukkan komitmen dalam menangani stunting. Ini berkat kerja sama dan dukungan semua pihak. Upaya ini tentu akan terus kita tingkatkan hingga stunting bisa tangani dengan baik," ucap Halikinnor.
Sementara itu, saat ini kasus stunting di Kotawaringin Timur masih sekitar 22 persen. Pemerintah daerah bertekad bisa menurunkannya menjadi 14 persen pada 2024 nanti.
Baca juga: Sekolah di Kotim tingkatkan upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila
Baca juga: JCH Kotim disewakan pesawat dan diberi uang saku
Baca juga: Bupati Kotim serukan pengamalan nilai-nilai Pancasila memperkuat kerukunan
Pewarta : Norjani
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Festival kuliner viral Indonesia sukses tarik antusias warga Palangka Raya
26 January 2026 14:34 WIB
Marvel sukses mempromosikan Avengers Doomsday dengan strategi yang tak biasa
18 January 2026 22:22 WIB
Drone kargo China sukses uji logistik jarak jauh di wilayah dataran tinggi
15 January 2026 14:26 WIB
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
KSOP Sampit apresiasi kekompakan penanganan cepat kebakaran kapal di Sungai Mentaya
29 March 2026 18:58 WIB
Praktisi perlindungan anak di Kotim dukung pemberlakuan PP Tunas selamatkan anak
28 March 2026 11:01 WIB