Ini tips memilih dan mengolah daging sapi untuk 'steak'
Jumat, 16 Juni 2023 9:05 WIB
Arsip-Salah satu olahan daging sapi Australia di acara The Great Escape, Jakarta, Selasa (8/3/2022) (ANTARA/Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Untuk memasak steak di rumah, Executive Chef Aprez Cafe Stefu Santoso menyarankan agar tidak hanya memilih bagian daging sapi seperti sirloin atau tenderloin melainkan perlu mengetahui merek dari daging tersebut.
“Kalau saya pasti akan melihat dari sisi merek karena itu pengaruh ke dagingnya. Jadi, sebelum membeli, tanya ke tukangnya di super market, mereknya apa. Biasanya mereka tahu,” kata Stefu saat dijumpai di Jakarta, Kamis malam (15/6).
Pemilihan merek akan berpengaruh terhadap tingkat keempukan, tingkat juicy daging, dan lain sebagainya. Sebab, setiap merek daging memiliki metode perawatan sapi yang berbeda-beda sehingga hal tersebut pun akan berpengaruh terhadap tekstur dan kualitas daging.
Baca juga: Kunci memasak daging steak yang "juicy"
Stefu juga menganjurkan agar melakukan teknik masak daging yang benar agar steak pun terasa lebih enak.
Teknik memasak steak yang baik adalah dengan memanaskan pemanggang terlebih dahulu sebelum meletakkan daging tersebut di atasnya. Jika pemanggang belum panas, daging akan lengket sehingga sulit untuk dibalik.
Selain itu, Stefu juga tidak menyarankan untuk menambah terlalu banyak mentega ke pemanggang agar daging tidak lengket. Sebab cara itu bisa juga mengakibatkan daging cepat hangus karena api akan bertambah besar dengan adanya mentega.
Oleh sebab itu, cara yang paling tepat adalah dengan memastikan pemanggang sudah benar-benar panas sebelum memanggang daging steak. Selain tidak lengket, pemanggang yang panas juga akan membuat daging cepat matang.
Chief Representative Indonesia International Markets Christian Haryanto mengungkapkan agar masyarakat tak perlu khawatir memilih daging sapi import khususnya yang berasal dari Australia. Sebab, Haryanto menjelaskan daging sapi khususnya yang datang dari Australia sudah dipastikan halal karena telah melewati proses yang sesuai dengan syariat Islam.
“Dari pihak Indonesia pun mereka ke sana memberikan sertifikat bahwa memang sudah sesuai dengan syariat Islam di Indonesia. Jadi daging sapi yang masuk ke Indonesia pasti sudah halal. Karena pada saat masuk, itu ada surat dari pemerintah yang harus lengkap,” kata Christian.
“Kalau saya pasti akan melihat dari sisi merek karena itu pengaruh ke dagingnya. Jadi, sebelum membeli, tanya ke tukangnya di super market, mereknya apa. Biasanya mereka tahu,” kata Stefu saat dijumpai di Jakarta, Kamis malam (15/6).
Pemilihan merek akan berpengaruh terhadap tingkat keempukan, tingkat juicy daging, dan lain sebagainya. Sebab, setiap merek daging memiliki metode perawatan sapi yang berbeda-beda sehingga hal tersebut pun akan berpengaruh terhadap tekstur dan kualitas daging.
Baca juga: Kunci memasak daging steak yang "juicy"
Stefu juga menganjurkan agar melakukan teknik masak daging yang benar agar steak pun terasa lebih enak.
Teknik memasak steak yang baik adalah dengan memanaskan pemanggang terlebih dahulu sebelum meletakkan daging tersebut di atasnya. Jika pemanggang belum panas, daging akan lengket sehingga sulit untuk dibalik.
Selain itu, Stefu juga tidak menyarankan untuk menambah terlalu banyak mentega ke pemanggang agar daging tidak lengket. Sebab cara itu bisa juga mengakibatkan daging cepat hangus karena api akan bertambah besar dengan adanya mentega.
Oleh sebab itu, cara yang paling tepat adalah dengan memastikan pemanggang sudah benar-benar panas sebelum memanggang daging steak. Selain tidak lengket, pemanggang yang panas juga akan membuat daging cepat matang.
Chief Representative Indonesia International Markets Christian Haryanto mengungkapkan agar masyarakat tak perlu khawatir memilih daging sapi import khususnya yang berasal dari Australia. Sebab, Haryanto menjelaskan daging sapi khususnya yang datang dari Australia sudah dipastikan halal karena telah melewati proses yang sesuai dengan syariat Islam.
“Dari pihak Indonesia pun mereka ke sana memberikan sertifikat bahwa memang sudah sesuai dengan syariat Islam di Indonesia. Jadi daging sapi yang masuk ke Indonesia pasti sudah halal. Karena pada saat masuk, itu ada surat dari pemerintah yang harus lengkap,” kata Christian.
Pewarta : Lifia Mawaddah Putri
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahli gizi ungkap mengapa kualitas gizi daging sapi lokal dan impor berbeda
14 October 2025 13:04 WIB
Bank Kalteng kurban 109 sapi dan kambing rayakan Idul Adha bersama masyarakat
08 June 2025 17:07 WIB
Terpopuler - Kuliner
Lihat Juga
Ayam Dalam Bambu jadi menu andalan NEO Palma Palangka Raya sambut Ramadhan
11 February 2026 9:46 WIB
Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya hadirkan 'Warisan Nusantara' selama Ramadhan
10 February 2026 17:45 WIB
60 Seconds to Seoul: Jajanan Korea hadir di Archipelago-NEO Palma Palangka Raya
06 January 2026 7:11 WIB
Fresh Beginning on Every Plate, sensasi awal baru di Swiss-Cafe Restaurant
05 January 2026 16:54 WIB
Menteri Kebudayaan: Tempe senjata gastrodiplomasi promosi budaya Indonesia
22 December 2025 13:52 WIB