
Restoran cepat saji dongkrak lapangan kerja lokal

Jakarta (ANTARA) - Firma penasihat ekonomi global dan independen, Oxford Economics menganalisa bahwa restoran cepat saji di Indonesia berkontribusi pada sosial dan ekosistem bisnis dengan menyumbang ratusan hingga ribuan lapangan kerja terutama untuk komunitas ekonomi lokal.
Hasil studi yang dilakukan untuk restoran McDonald's menunjukkan bahwa sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 pekerja yang dipekerjakan secara langsung oleh McDonald’s Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.
“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Associate Director di Oxford Economics Stephen Foreman, dalam keterangan pers yang diterima, di Jakarta, Rabu.
Studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap PDB yang signifikan. Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh restoran tersebut, mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain, mencerminkan kontribusi berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas.
Studi mencatat sebesar Rp3,8 triliun atau setara 86 persen dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal, mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. Sekitar 76 persen bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.
Dari penyerapan tenaga kerja, sepanjang periode studi, ekosistem McDonald’s Indonesia mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian dan distribusi hingga jasa profesional.
Dari total 11.208 karyawan langsung, sebanyak 43 persen karyawan berasal dari kelompok usia 18–24 tahun, menjadikan restoran cepat saji salah satu tempat pertama bagi anak muda untuk membangun keterampilan kerja, membentuk karakter profesional, serta memahami budaya kerja.
Studi juga mencatat representasi karyawan perempuan mencapai 40 persen dari total tenaga kerja, dengan 44 persen posisi kepemimpinan dipercayakan kepada pemimpin perempuan. Melalui berbagai pelatihan teknis dan kepemimpinan, perusahaan berupaya memastikan setiap individu memiliki kesempatan sama dalam membangun jalur karier yang berkelanjutan.
Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia Michael Hartono mengatakan McDonald's memastikan setiap langkah bisnis yang diambil bisa menciptakan efek berganda yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional.
“Kami percaya keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap peluang kerja, kemitraan, dan inisiatif sosial akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang telah kami bangun, dan tumbuh bersama keluarga besar Indonesia,” tutup Michael.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
