
Legislator Palangka Raya nilai kunjungan DPRD antar daerah mampu dongkrak ekonomi

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery menilai kunjungan kerja dan studi banding dari berbagai daerah, turut memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota setempat, di tengah tekanan fiskal akibat pemotongan transfer dana dari pemerintah pusat.
"Dengan adanya pengurangan transfer daerah sekitar Rp253 miliar, tentu pemerintah daerah harus mencari sumber pendapatan lain yang bisa dimaksimalkan secara sah," kata Khemal di Palangka Raya, Jumat.
Menurutnya, optimalisasi pajak dan retribusi daerah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan pembangunan daerah. DPRD bersama pemerintah kota juga telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah guna memperkuat pendapatan dari berbagai sektor usaha.
Ia menyebut sektor rumah makan, hotel, restoran hingga retribusi parkir masih memiliki potensi yang dapat terus ditingkatkan untuk menopang PAD Kota Palangka Raya.
Selain melalui regulasi, Khemal menilai aktivitas kunjungan kerja dari luar daerah juga membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Palangka Raya.
"Pajak rumah makan, restoran, hotel dan sektor lain yang menjadi kewenangan daerah harus benar-benar dimaksimalkan agar pembangunan tetap berjalan," ucapnya.
Khemal menjelaskan, hampir setiap hari terdapat rombongan tamu dari berbagai daerah yang datang ke DPRD Kota Palangka Raya untuk berdiskusi, berkonsultasi maupun melakukan studi banding terkait tata kelola pemerintahan daerah.
Tamu yang datang disebut berasal dari berbagai provinsi di Kalimantan hingga Pulau Jawa dan Sumatera dengan jumlah mencapai puluhan hingga ratusan orang dalam satu hari kerja.
"Kalau rata-rata sekitar 100 orang datang setiap hari kerja, maka dalam setahun bisa mencapai 4.000 sampai 5.000 orang yang berkunjung ke Palangka Raya," ujarnya.
Menurut Legislator Palangka Raya itu, kunjungan tersebut ikut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM lokal karena para tamu membelanjakan uangnya selama berada di ibu kota Kalimantan Tengah.
Ia memperkirakan, apabila satu tamu mengeluarkan sekitar Rp2 juta selama berkunjung, maka perputaran uang yang terjadi bisa mendekati Rp10 miliar dalam setahun.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya perkuat ketahanan pangan
"Belum lagi mereka membeli suvenir, makanan khas Dayak dan produk UMKM lokal. Itu tentu ikut membantu perekonomian masyarakat dan berkontribusi terhadap PAD," ungkapnya.
Khemal menambahkan, DPRD Kota Palangka Raya juga aktif memperkenalkan sejumlah destinasi wisata dan pusat ekonomi lokal kepada para tamu daerah, seperti Bukit Cinta, Kampung Lauk, kawasan kuliner kontainer di Jalan Yos Sudarso hingga pusat oleh-oleh khas daerah.
Ia berharap pelayanan yang baik kepada tamu daerah dapat memperkuat citra Palangka Raya sebagai kota yang nyaman, ramah dan memiliki banyak potensi wisata serta produk unggulan.
"Ketika mereka pulang dan menceritakan pengalaman baik selama di Palangka Raya, itu menjadi promosi daerah yang sangat efektif," demikian Khemal.
Baca juga: Bapenda Palangka Raya jemput bola pembayaran PBB-P2
Baca juga: Pemkot-DPRD Palangka Raya sepakati pengesahan Perda PJU
Baca juga: Disdik Palangka Raya apresiasi prestasi guru raih penghargaan pendidikan nasional
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
