
Potensi besar peternakan sapi di Kotim tumbuhkan investasi

Sampit (ANTARA) - Potensi peternakan sapi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah masih terbuka lebar sehingga mulai menarik perhatian pengusaha untuk membuka peternakan berskala besar.
"Kami sudah menyiapkan lahan, tahap awal seluas 20 hektare untuk kandang dan tanaman rumput untuk pakannya," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotawaringin Timur, Susilo di Sampit, Senin.
Susilo menilai potensi sektor peternakan di Kotawaringin Timur sangat menjanjikan. Untuk itulah dia secara pribadi memutuskan berinvestasi di bidang ini melalui perusahaan yang diberinya nama Grahacipta Sumber Artha (GSA) Farm Kotim yang bernaung di bawah bendera Silo Corporation.
Masih besarnya peluang usaha sektor peternakan dapat dilihat dari tingginya permintaan daging sapi di Kotawaringin Timur, sementara produksi lokal belum mampu memenuhinya. Setiap tahun, daerah ini mendatangkan 7000 ekor lebih sapi dari luar daerah.
Sekitar 75 persen kebutuhan sapi Kotim dipenuhi dari daerah lain. Daerah pemasok utama antara lain Madura, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Seperti saat momen Hari Raya Idul Adha pada Juni 2025 lalu, tercatat ada 2.314 ekor sapi dan 932 ekor kambing yang disiapkan pedagang di 62 titik penampungan. Sebagian besar ternak tersebut didatangkan dari Jawa, Sulawesi dan Bali.
Baca juga: Dinas Perikanan Kotim bagikan 50.000 bibit ikan dorong peningkatan produksi
Susilo mengaku serius terjun di bidang peternakan. Pekan lalu dia bahkan ikut rombongan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan belajar ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Bandung Jawa Barat yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Bidang PKH Dinas TPHP Kalteng drh Nina Ariani.
Menurut Susilo, BIB Lembang memang menjadi rujukan dari seluruh Indonesia yang ingin belajar mengembangkan peternakan sapi. Untuk itulah dirinya ikut serta dalam kunjungan tersebut.
GSA Farm berencana membuka penggemukan sapi, peternakan dan edukasi. Menurutnya, ini adalah terobosan luar biasa untuk Kotawaringin Timur, sekaligus untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya mewujudkan swasembada daging.
Dalam kunjungan ke BIB Lembang, pihaknya mendapatkan ilmu dalam proses pengelolaan sapi. Ilmu itu nantinya akan dikembangkan ke semua jenis sapi sesuai iklim cuacanya, bahkan juga untuk ternak kambing atau domba.
"Kami akan memberikan edukasi bagi semua warga Kotim khususnya dan Kalteng umumnya bahwa sektor peternakan ini sangat menjanjikan. Ke depan, GSA Farm Kotim akan menyediakan pakan ternak sendiri dan diolah sendiri," demikian Susilo.
Baca juga: Pengolahan sawit dan kelapa jadi magnet investasi baru di Kotim
Baca juga: Kontingen Kotim siap ramaikan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat provinsi
Baca juga: Dua kali dalam sebulan Bupati Kotim lakukan perombakan jabatan
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
